Soal Asia Sentinel, PDIP Minta PD Tak Berspekulasi
- account_circle hasanah editor
- calendar_month Selasa, 18 Sep 2018 14:22 WIB
- visibility 623
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Partai Demokrat (PD) menyeret Istana soal artikel media asing Asia Sentinel terkait kasus Bank Century yang dianggap fitnah terhadap sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). PDIP meminta PD tidak berspekulasi.
“Tidak ada gunanya berspekulasi dalam balutan tuduh-menuduh. Fakta dan fiksi jangan dicampuraduk, nanti pikiran kita jadi kalut, kalang-kabut, dan acak-kadut,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat dihubungi, Selasa (18/9/2018).
Hendrawan mengimbau PD agar bekerja sama untuk menjaga keadaban dalam berpolitik. Dia tak ingin atmosfer politik nasional diisi dengan fitnah dan kebencian.
“Jangan mengotori atmosfer politik nasional dengan polutan kebencian, fitnah dan, kedengkian. Kita sama-sama menjaga keadaban politik nasional,” sebutnya.
Hendrawan juga mengomentari soal foto Kepala Staf Presiden Moeldoko bersama Co-Founder Asia Sentinel Lin Neumann yang diseret sebagai bukti keterlibatan Istana dalam artikel itu. Menurut dia, kesimpulan yang dibuat PD terlalu terburu-buru.
“Soal foto-foto figur yang saling berdekatan, semakin populer orang, semakin banyak orang yang foto berdekatan. Jangan langsung disimpulkan sebagai orkestrasi manuver politik,” tegas Hendrawan.
Terpisah, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut kebersamaan Moeldoko dengan Lin bukan merupakan bukti adanya afiliasi. Sebab, seseorang yang ingin berfoto tidak bisa dibatasi.
- Penulis: hasanah editor





