PDIP: Maju Mundur Kenaikan BBM Bukan Karena Pertimbangan 2019
- account_circle hasanah editor
- calendar_month Kamis, 11 Okt 2018
- visibility 765
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Politikus partai pendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai sikap maju-mundur menaikkan harga BBM dari Presiden Jokowi dipengaruhi oleh pertimbangan Pilpres 2019. Namun menurut PDI Perjuangan, bukan perkara elektabilitas 2019 yang menyebabkan maju-mundurnya kenaikan BBM.
“Menurutku Pak Jokowi nggak terlalu concern terhadap itu, karena elektabilitasnya 70%,” kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, Selasa (9/10/2018).
Menurutnya, Jokowi hanya mempertimbangkan dampak fiskal dari kebijakan menaikkan harga BBM. Harga premium tak jadi dinaikkan pada Rabu (10/10) kemarin, dinyatakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.
Dia juga tak sependapat dengan maju-mundurnya rencana kenaikan harga BBM ini membuat situasi menjadi tidak pasti bagi rakyat. Faktanya, BBM jenis premium tak jadi naik. Menurutnya, ini adalah kepastian bagi rakyat.
“Menurutku malah pasti. Ketika (rencana menaikkan BBM jenis premium) ditarik kembali, justru itu menunjukkan kalkulasi pemerintah bahwa premium belum saatnya naik,” kata dia.
- Penulis: hasanah editor



