Home Berita Prabowo Belum Ungkap Kepala Negara yang Akan Diundang di HUT RI ke-80

Prabowo Belum Ungkap Kepala Negara yang Akan Diundang di HUT RI ke-80

Share
Share

HASANAH.ID – Istana Kepresidenan bersiap menggelar rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, yang direncanakan berlangsung dalam format sederhana. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai kepala negara mana yang akan diundang Presiden Prabowo Subianto dalam momen penting tersebut.

Saat dijumpai seusai Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2025 di Sabuga ITB, Bandung, Kamis (7/8/2025), Presiden Prabowo enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai daftar tamu kenegaraan yang akan hadir. Ia menyampaikan bahwa fokus saat ini adalah pada kebutuhan dalam negeri.

“Kita relatif sederhana dululah, kita masih banyak pekerjaan untuk rakyat,” ujarnya kepada awak media.

Presiden Prabowo sebelumnya mencatat sejarah sebagai Kepala Negara Indonesia pertama yang diundang sebagai tamu kehormatan dalam peringatan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day. Undangan tersebut datang langsung dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, menjadikan Indonesia sebagai bagian dari negara mitra strategis yang mendapat kehormatan serupa sepanjang sejarah Bastille Day.

Biro Sekretariat Presiden menjelaskan bahwa sejak resmi digelar pada tahun 1880, Bastille Day tidak hanya menjadi simbol perjuangan Revolusi Prancis, tetapi juga sarana diplomasi global. Undangan terhadap pemimpin dunia sebagai tamu kehormatan dalam parade Bastille Day secara simbolik dimulai pada akhir abad ke-20.

Sementara itu, pemerintah tengah mengevaluasi rencana penambahan kuota undangan bagi masyarakat yang ingin mengikuti upacara peringatan 17 Agustus di Istana Kepresidenan Jakarta. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara sekaligus Ketua Panitia Peringatan HUT ke-80 RI, Prasetyo Hadi, dalam keterangannya kepada media di kompleks Istana, Selasa (5/8).

“Kami juga hari ini tadi mencoba menganalisis dan mencoba mengevaluasi. Ada kemungkinan, rencana, untuk kita mau menambahkan kuota,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jumlah tambahan undangan yang tengah dikaji berkisar antara 1.000 hingga 2.000 orang.

“(Jumlah tambahan undangan) mungkin di kisaran 1.000 sampai 2.000,” lanjut Prasetyo,

Share