Profil dan Kekayaan Satryo Soemantri, Menteri yang Didemo ASN
- account_circle Hasanah 015
- calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
- visibility 73
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan layar Profesor Satryo Soematri dalam temu wicara otonomisasi perguruan tinggi (sumber Youtube Podcast Universitas Indonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro ramai menjadi perbincangan usai dirinya didemo oleh ASN ( Aparatur Sipil Negara) pada Senin (20/01/2025). Demo yang berlangsung tepat di depan kantor Satryo Soemantri, diduga karena sang Mendikti Saintek bersikap kasar dan arogan terhadap pegawainya.
Bahkan mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi periode 1999 hingga 2007, dikabarkan memecat salah satu pegawainya melalui WhatsApp (WA) tanpa menyertai surat pemberitahuan resmi. Menurut salah satu pegawai divisi PJ (Penanggung Jawab) Rumah Tangga Kemendikti Saintek, Neni Herlina. Persoalan pemecetannya diduga terkait masalah jaringan Wi-Fi di rumah dinas.
Nama Satryo Soemantri sempat masuk ke dalam jajaran trending X, hingga artikel ini diturunkan Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) masih ramai dibahas oleh netizen. Lantas bagaimana profil dari Satryo Soemantri hingga jumlah kekayaanya, simak artikel ini sampai akhir:
Profil Satryo Soemantri
Bernama lengkap Satryo Soemantri Brodjonegoro, ia lahir pada 5 Januari 1956 tepatnya di Kota Delft Belanda. Satryo merupakan putra dari Profesor Soemantri Brodjonegoro, beranjak dewasa ia menyelesaikan pendidikan di bidang Teknik Mesin, University of California, Barkeley, Amerika Serikat (AS) pada 1985.
Baca Juga: Ahok dan 3 Kandidat Lain Ramaikan Bursa Calon Kepala Otoritas IKN
Kemudian Satryo menjadi dosen Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung, di 1992 dirinya menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB. Pria yang berusia 69 itu juga terlibat aktif di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Dari 2008, ia menjadi anggota Komisi Bidang Ilmu Rekayasa kemudian menjabat wakil Ketua AIPI periode 2013-2018. Dan akhirnya dipercaya menjadi ketua AIPI untuk periode 2018-2023.
- Penulis: Hasanah 015



