Breaking News
Trending Tags

Donald Trump Unggah Foto AI Mirip Yesus, Hapus Unggahan Usai Tuai Kecaman

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026 07:35 WIB
  • visibility 210
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah menghapus unggahan kontroversial di platform Truth Social. Postingan tersebut menampilkan dirinya dalam visual yang menyerupai sosok Yesus, yang langsung memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, termasuk pendukungnya sendiri.

Unggahan berbasis kecerdasan buatan (AI) itu memperlihatkan Trump mengenakan jubah putih dengan tangan bercahaya, seolah sedang menyembuhkan seorang pasien di ranjang rumah sakit. Banyak pihak menilai visual tersebut memiliki kemiripan kuat dengan lukisan religius tentang Yesus yang menyembuhkan orang sakit.

Alasan Donald Trump: Saya Sebagai Dokter

Menanggapi polemik tersebut, Donald Trump memberikan klarifikasi kepada wartawan setelah unggahannya dihapus.

“Itu seharusnya sebagai seorang dokter yang membuat orang menjadi lebih baik,” ujar Trump. “Dan saya memang membuat orang menjadi lebih baik. Saya membuat orang jauh lebih baik.”

Ia juga mengaku mengira gambar tersebut menggambarkan dirinya sebagai tenaga medis yang berdiri di samping pekerja Palang Merah. Padahal, dalam visual itu juga terlihat berbagai simbol lain seperti Patung Liberty, bendera Amerika Serikat, jet tempur, burung elang, hingga sosok tenaga medis dan militer.

Kontroversi Donald Trump ini justru memicu reaksi keras dari kalangan konservatif yang selama ini dikenal mendukungnya. Aktivis Kristen, Sean Feucht, secara tegas meminta unggahan tersebut segera dihapus.

“Ini harus segera dihapus,” tulis Feucht. “Tidak ada konteks di mana hal ini dapat diterima.”

Sementara itu, aktivis konservatif Riley Gaines menyatakan bahwa “Tuhan tidak boleh diolok-olok.”

Jurnalis dari Christian Broadcasting Network, David Brody, juga mengkritik keras tindakan tersebut. “Seorang pendukung bisa mendukung misinya namun menolak hal ini,” tegasnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less