BeritaNASIONAL

PSBB di Kota Cimahi, Masyarakat Karangmekar Berlakukan Penutupan Jalan

Hasanah.id-Pemkot Cimahi sudah menyiapkan sejumlah skema penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimulai 22 April. PSBB parsial itu akan berlaku selama 14 hari untuk memutus penularan Corona Virus Disease (Covid-19). Ada sejumlah instansi terkait yang dilibatkan, dari mulai kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi.

kondisi Jalan Lurah Kota Cimahi saat diberlakukan penutupan jalan terkait PSBB

Dari pantauan dilapangan, sejumlah tenda yang dijadikan Pos Pam dan Cek Poin, sudah terlihat sejumlah petugas gabungan bersiaga dan melakukan pengamanan. Tempat cek poin Kota Cimahi salah satunya ada Jl Kebon Kopi. Petugas gabungan yang ada ialah Polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Situasi arus lalu lintas di sepanjang Jl Amir Mahmud dan Gandawijaya terpantau ramai dan lancar dari pagi hingga Siang hari.

Selain itu juga sejumlah jalan lingkungan dan jalan gang di Kota Cimahi ditutup, seperti halnya jalan Lurah di wilayah Kelurahan Karang Mekar. Penutupan jalan ini di jadikan kesempatan oleh sebagian masyarakat dan anak anak untuk bermain main di jalan.

“Betul jalan lingkungan dan jalan gang di wilayah Karangmekar telah ditutup. Pengguna Jalan tidak dapat melewati jalan lurah sebab dari depan dan belakangnya di tutup. Hal ini dilakukan berdasarkan surat edaran dari pemerintah Kota Cimahi terkait Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),”ungkap Lurah Karangmekar M Nur Efendi melalui telepon selulernya, Rabu, (22/4).

M Nur mengatakan Alhamdulillah masyarakat memahami dan menyadari pelaksanaan PSBB, terbutki dengan filterisasi dan penutupan akses masuk lingkungan dan menyiapkan tempat cuci tangan memakai sabun sebelum masuk wilayah RW.

“Dukungan masyarakat sangt berarti bagi pencegahan covid 19. Masyarakat karangmekar menyadari betul pencegahan penyebaran virus corona dengan melakukan dan melaksanakan instruksi pemerintah,”ujar Lurah Karangmekar.

Lurah Karangmekar berharap semoga semua bisa mematuhi dan memahami anjuran dari pemerintah demi kebaikan bersama.

Sebelumnya Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, dalam penerapan PSBB parsial, nantinya akan ada penyekatan dan check point di sejumlah ruas jalan serta perbatasan Kota Cimahi. Fungsi pos dan check point itu untuk pengontrolan dan pengecekan keluar masuk kendaraan. Misalnya apakah mobil diisi 50 persen dari kapasitas atau tidak.

Kemudian khusus pengendara sepeda motor juga akan diperiksa. Kalau berboncengan dan KTP tidak sama kemungkinan akan diturunkan. Angkutan online jelas tidak boleh mengangkut orang. Sementara untuk masyarakat yang tetap harus bekerja dengan posisi tempat kerjanya di luar Kota Cimahi, wajib membekali diri dengan KTP dan surat tugas dari masing-masing perusahaan. kus

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close