Berita

Pulang Dari Arab Saudi, 86 Warga Jabar Jalani Karantina di BPSDM

Hasanah.id– Untuk memastikan warga sehat dan Jabar tetap aman, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar mengkarantina 86 Warga Jabar yang pulang dari Arab Saudi. Warga Jabar tersebut harus menjalani karantina  selama 14 hari, yang dilakukan Pemprov Jawa Barat di BPSDM Provinsi Jabar, Jalan Kolonel Masturi Cimahi.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat yang memfasilitasi kepulangan mereka sejak mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (2/5) malam dan memastikan seluruhnya dalam kondisi sehat serta aman masuk daerah asal.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani mengatakan, pihaknya melakukan sejumlah prosedur kesehatan untuk memastikan warga Jabar aman dan sehat.

“Pemprov Jawa Barat melaksanakan beberapa prosedur kesehatan sejak dari Bandara Soekarno Hatta kepada WNI yang pulang dari Riyadh untuk memastikan warga sehat dan Jabar tetap aman” kata Berli, dikutip Antara, Minggu (3/5).

“Pertama, kita menjemput orang-orang dari luar negeri yang masuk ke Jawa Barat, kita periksa datanya, kemudian dari Bandara kita langsung luncurkan ke BPSDM, kemudian kita akan lakukan pemeriksaan klinis, dan swab test untuk memastikan apakah mereka bebas COVID-19 atau tidak,” ujar Berli.

“Kalau dia COVID-19 nanti kita lanjutkan ke Rumah Sakit Rujukan, kalau negatif kita akan isolasi di BPSDM, atau akan kita koordinasikan dengan gugus tugas kabupaten/kota,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Jabar yang pulang dari Arab Saudi, Jaka Budiman, menceritakan, dari Divisi Tracking Gugus Tugas COVID-19 Jabar, menyambut kami sekaligus memberikan arahan, dan penyampaian teknis penjemputan menuju BPSDM Cimahi, pengujian swab test esok hari, dan teknis kepulangan ke daerah masing-masing.

“Lalu kami melakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas Bandara. Alhamdulillah suhu tubuh normal, sehingga tidak ada pemeriksaan lanjutan. Di BPSDM Jabar, satu kamar satu orang. Peralatan mandi, handuk, baju ganti, diberikan secara cuma-cuma,” pungkas Jaka.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close