BeritaLOKALISTIK

Sanghyang Heuleut, Danau Purba Tempat Mandi Bidadari

Hasanah.id – Bandung merupakan kota wisata yang cukup populer. Banyak orang berkunjung ke kota ini untuk menikmati berbagai objek wisata menariknya, baik dari kota-kota terdekat seperti Jakarta maupun dari luar pulau.

Salah satu objek wisata yang indah dan memukau di Bandung adalah Sanghyang Heuleut. Sebenarnya, ini adalah sebuah kubangan air yang cukup besar dan dikelilingi oleh tebing di sekitarnya. Kubangan ini diisi oleh air yang jernih dan dapat digunakan sebagai tempat untuk bermain air atau berendam.

Karena banyaknya pohon yang tumbuh di sekitar tempat ini, suasana terasa sangat sejuk. Suara alam pun terdengar menenangkan. Tak heran jika Sanghyang Heuleut menjadi tempat yang sempurna untuk menghilangkan rasa jenuh. Objek wisata ini terletak di Rajamanda Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Sebelum menikmati keindahan pemandangan dan kesegaran air Sanghyang Heulet, pengunjung lebih dulu menempuh perjalanan cukup melelahkan.

Dari Kota Bandung, memakai sepeda motor, butuh waktu dua jam untuk tiba di area parkir Shanghyang Heuleut. Perjalanan belum selesai. Setelah membayar biaya masuk Rp 15.000 per orang dan sewa parkir Rp 5.000 untuk satu motor, anda akan ditawari tiga rute menuju Shanghyang Heuleut.

Ada jalur khusus untuk dipandu warga setempat, ada jalur petani, serta jalur mandiri jika pengunjung tak memakai jasa pemandu.

Sebagai informasi tambahan, wisata Sanghyang Heuleut itu masih dikelola swadaya oleh warga setempat yang bekerjasama dengan Perum Perhutani KPH Bandung Selatan, mulai dari parkiran hingga persewaan pelampung.

Perjalanan dari tempat parkir ke kolam Sanghyang Heuleut ditempuh kira-kira selama satu jam, menyusuri jalan setapak. Jalannya menurun.

Selanjutnya menyeberangi sungai lalu menyusuri hutan perum perhutani di sisi aliran sungai. Sekitar 0,5 kilometer sampai 1 kilometer terakhir, rutenya adalah jalan di pinggir sungai. Ada beberapa jembatan dan tangga di sepanjang pinggiran sungai tersebut. Kadang-kadang, perlu lompatan dari batu ke batu besar supaya perjalanan lebih cepat.

Tempat Mandi Bidadari

Menurut mitos dari warga sekitar, Sanghyang Heuleut dahulunya merupakan tempat mandi para bidadari yang turun dari kahyangan.

Nama Sanghyang Heuleut berasal dari kata Shangyang yang berarti tempat suci dan Heuleut berarti selang antara dua waktu. Jadi jika diartikan secara utuh, Sanghyang Heuleut adalah sebuah tempat suci yang dikunjungi oleh bidadari yang memiliki dua dunia.

Terlepas dari mitos yang beredar benar atau tidak, Sanghyang Heuleut konon merupakan danau purba hasil letusan dari Gunung Api Purba yakni Gunung Sunda. Hal ini dapat terlihat dari bentuk Sanghyang Heuleut seperti mangkuk besar yang berisi air dan sekelilingnya ditutupi oleh bebatuan alam yang menjulang tinggi.

Tidak hanya memiliki air yang jernih, Sanghyang Heuleut juga memiliki sebuah air terjun kecil yang merupakan aliran sungai Citarum purba. Aliran sungai Citarum purba inilah yang mengairi danau Sanghyang Heuleut. *Uwo-

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close