BeritaHeadlineLOKALISTIK

Sensasi Lembah dan Pemandangan Epic Tersaji di Geopark Ciletuh

Geopark Ciletuh merupakan tempat wisata yang memiliki konsep manajemen pengelolaan kawasan yang menyerasikan keragaman geologi, hayati dan budaya melalui prinsip konservasi, edukasi dan pembangunan berkelanjutan.

Hasanah.id – Ciletuh Geopark memang patut disambangi bagi pecinta keindahaan sejati. Di area yang total luasnya tak kurang dari 128.000 hektar itu merupakan salah lokasi adanya evolusi permukaan bumi yang paling kasat mata.

Ya, diperkirakan sekitar 60 juta tahun lalu Teluk Ciletuh terangkat dari dasar lautan akibat tumbukan Lempeng Eurasia (Lempeng Benua) dan Lempeng Indo-Australia (Lempeng Samudera).

Akibat dari pertemuan dua lempeng raksasa itulah yang memunculkan sebuah lembah di kawasan Sukabumi Selatan yang kini dikenal sebagai Ciletuh Geopark itu. Bentuknya yang serupa tapal kuda bagaikan amfiteater raksasa tersebut berisikan areal persawahan, perikanan laut.

Bentuk amfiteater itu bisa terlihat jika disimak seksama dari titik pandang yang berada di Panenjoan, ini merupakan titik pandang pertama saat memasuki kompleks Ciletuh Geopark. Di sekitarnya terdapat tiga air terjun, atau juga disebut Curug, yaitu Curug Awang, Curug Tengah, dan Curug Manik yang sekilas serupa air terjun Niagara.

Kawasan yang berada di lingkungan Kabupaten Sukabumi itu sebenarnya bisa dikunjungi kapan saja alias tidak tergantung musim. Namun dengan adanya ribuan hektar areal persawahan yang ada di lembah Ciletuh memunculkan potensi perubahan ‘warna’ wilayah.

Hal tersebut akan terjadi seiring pula dengan perubahan cuaca seiring musimnya, tentu saja akan berpengaruh pada musim tanam padi. Seiring itu juga atmosfir wilayah yang jaraknya dari kota Pelabuhan Ratu sekitar 47 kilometer tersebut ikut berganti.

“Di Ciletuh ini, terutama yang di lembah bisa ganti ‘warna’ tiga kali dalam setahun,” ujar Ayi seorang warga di desa Girimukti. Pria yang rumahnya seputaran Puncak Darma itu (titik tertinggi di Ciletuh) sejurus kemudian menerangkan rincian perubahan warna alam tersebut.

“Musim kemarau, lembah warnanya kuning kecoklatan karena lahan sawah tinggal sisa tanah dan sedikit batang padi, nanti masuk musim penghujan sampai musim tanam sekitar bulan Januari berubah lagi warna jadi lebih kehijauan, dan sampai masuk waktu panen di sekitar Maret nanti warna jadi kuning warna padi,” jelasnya Ayi seperti dilansir pikiranrakyat.com.

Pada musim penghujan, barisan air terjun yang jumlahnya tak jurang dari 13 titik itu akan mengalami peningkatan debit air. Lebih apik jika ingin mengabadikan pesonanya.

“Tapi kalau puncak musim hujan airnya akan kecoklatan,” ujar Ayi lagi. Menurutnya lagi, curug-curug akan berair jernih dan termasuk tinggi debitnya akan muncul sekitar bulan Desember.

Pemandangan Epic Diketinggian

Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu tidak hanya memiliki sejumlah spot wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ada pula Bukit Cinta Ciemas,  yang jadi salah satu spot untuk olahraga ekstrem panjat tebing batuan geopark. Atau dinamai Geo Climbing.

Bukit Cinta Ciemas berada di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Ketinggiannya sekitar 130 meter, menyajikan pemandangan indah suasana pesawahan dan bukit-bukit.

Bukit Cinta Ciemas berada sekitar 2 kilometer dari Kantor Desa Tamanjaya, masih di sekitar area Panenjoan. Secara keseluruhan, akses jalannya cukup baik melewati perkebunan kelapa sawit. Meskipun ada ruas jalan sepanjang 600 meter yang masih berbatu dan hanya bisa dilalui sepeda motor atau mobil offroad.

Sensasi Camping di Puncak Aher Sukabumi, Disuguhi Pemandangan Laut

Objek wisata Puncak Aher tak hanya menyajikan keindahan pemandangan kawasan Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi dari ketinggian. Lebih dari itu, pengunjung bisa menikmati malam di Puncak Aher sambil camping.

Puncak Aher yang dulunya bernama Puncak Pamoyanan atau ada juga yang menyebut Puncak Awan berada di Kampung Pamoyanan Kedusunan Mekarsari I Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Camping di tempat ini terasa berkesan, sebab ketika malam pemandangan yang disajikan berupa hamparan cahaya dari lampu rumah-rumah warga di pesisir pantai yang begitu terlihat jelas. Dan Ketika pagi hari, mata langsung menerawang pemandangan laut yang masih tertutup kabut.

Penasaran seperti apa rasanya camping di Puncak Aher silahkan dicoba, untuk menuju tempat ini dapat melalui Jalan Palangpang, Puncak Darma maupun akses jalan Ciateul – Muaratilu Desa Ciemas. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close