Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Soal Pulau Anambas Dijual Online, Kemendagri Tegaskan Ada Batas Kepemilikan

Soal Pulau Anambas Dijual Online, Kemendagri Tegaskan Ada Batas Kepemilikan

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan klarifikasi menyusul kabar penjualan pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, yang beredar secara daring. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pulau tidak bisa menjadi hak milik pribadi atau perorangan.

“Secara prinsip, tidak ada pulau yang bisa dimiliki oleh individu. Ada batasan dan ketentuan hukum yang mengatur hal tersebut, salah satunya adalah pembatasan kepemilikan maksimal 70 persen,” ujarnya saat ditemui di Kampus IPDN, Sumedang, Kamis (23/6/2025).

Terkait isu penjualan pulau Anambas secara online, Bima Arya menjelaskan bahwa pulau atau lahan serupa hanya bisa digunakan melalui sistem sewa dengan regulasi tertentu, bukan untuk dijual bebas. Hal ini bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan aturan tata kelola wilayah.

“Pulau memang bisa disewakan, namun tetap dalam batasan-batasan yang diatur oleh regulasi. Tidak boleh dimiliki secara keseluruhan,” tambahnya.

Menanggapi maraknya informasi penjualan pulau, Kemendagri berencana melakukan pendataan menyeluruh terhadap wilayah-wilayah strategis, termasuk Kepulauan Anambas. Upaya ini bertujuan memperkuat regulasi dan status kepemilikan pulau tersebut.

“Kami akan segera melakukan inventarisasi terhadap wilayah-wilayah yang harus dilindungi dari sisi hukum dan kepemilikannya,” ungkap Bima Arya.

Sebelumnya, berdasarkan penelusuran detikcom, pada Rabu (18/6/2025), dua pulau di kawasan Kepulauan Anambas masih tercantum dalam status ‘for sale’ di sebuah situs penjualan pulau internasional. Meski tidak disebutkan harga secara spesifik, informasi menyebutkan bahwa harga tersedia berdasarkan permintaan atau price upon request.

Sebagai perbandingan, dalam situs yang sama terdapat beberapa pulau lain seperti Pulau Rangyai di Thailand yang ditawarkan seharga 160 juta dolar AS. Namun untuk pulau di Anambas, hanya tersedia deskripsi mengenai keindahan alamnya yang dinilai cocok dikembangkan menjadi kawasan ekowisata premium.

Di situs tersebut juga dijelaskan bahwa pulau-pulau di Kepulauan Anambas memiliki potensi besar untuk pengembangan ekowisata kelas atas. Letaknya yang strategis, yakni sekitar 200 mil laut dari Singapura, membuat wilayah ini dilirik oleh investor internasional.

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less