BeritaLIFE STYLEPEMPROV JABAR

Strategi Pemprov Jabar Bangun Pariwisata Saat New Normal

Hasanah.id – Adaptasi bukan hal mudah untuk bersama dilakukan. Terutama beradaptasi di tengah pandemi Corona yang kasus positifnya kian bertambah setiap harinya. Namun, kehidupan harus terus berjalan. Untuk membangkitkan sektor bisnis dan ekonomi, perlu untuk mendorong peningkatan pada sejumlah sektor lain, salah satunya pariwisata.

Terutama pariwisata di daerah-daerah zona biru yang mulai dilirik para traveler untuk kembali berpetualan. Salah satu zona biru di Indonesia adalah Jawa Barat. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, wilayah ini meraih predikat Zona Biru, sehingga sudah diizinkan untuk membuka sektor pariwisata yang begitu potensial untuk mendorong pemulihan ekonomi Indonesia.

“Dengan semakin banyaknya daerah di wilayah Jawa Barat yang meraih predikat Zona Biru, kami sudah diperbolehkan untuk membuka semua tempat, kecuali sekolah. Pariwisata sendiri menjadi salah satu sektor yang potensial untuk mendorong pemulihan ekonomi sebab sekitar 80% dari 50 juta wisatawan yang tiap tahun datang ke Jawa barat berasal dari wisatawan lokal, sehingga saya sangat optimis pemulihan Jawa Barat akan lebih cepat,” katanya pada saat menghadiri Traveloka LIVEstyle pada Jumat (3/7/20) lalu.

Menurutnya, ada dua kunci penting yang bisa meningkatkan gairah sektor pariwisata, terutama di daerah, yaitu penerapan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan yang ketat serta pemanfaatan platform teknologi.

“Untuk menerapkan gaya hidup bersih, sehat, dan aman di Jawa Barat di masa AKB, kami mempromosikan gerakan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) kepada para wisatawan saat mengunjungi lokasi wisata,” jelasnya.

Penerapan gaya hidup bersih, sehat, dan aman juga diberlakukan di Banyuwangi. Menurut Bupati Banyuwangi Azwar Anas, gaya hidup inilah yang ditekankan kepada para wisatawan dan pelaku pariwisata.

“Untuk bertahan setelah pandemi COVID-19, saya selalu menekankan kedisiplinan pada para pelaku pariwisata. Saat ini, kita tidak hanya menjual layanan dengan harga murah, tetapi juga kebersihan, kesehatan dan keamanan. Waktu buka destinasi dan restoran juga kita atur, tidak boleh buka tujuh hari penuh, harus diberikan waktu libur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, karena konsumen semakin menyadari pentingnya higienitas. Jika tidak disiplin dalam menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan yang berlaku maka konsumen hanya akan datang sekali dan tidak akan kembali,” jelasnya.

Bukan hanya itu, menurut Ridwan Kamil, pemanfaatan tekonologi juga penting untuk mempercepat transisi menuju normal baru di sektor pariwisata. Teknologi dapat digunakan untuk menghindari penggunaan tiket yang bisa menjadi sumber transmisi virus.

“Untuk menghindari penggunaan tiket dan benda yang dapat menjadi sumber transmisi virus, integrasi digital commerce seperti Traveloka ini penting karena semua dapat membeli online tanpa perlu berdesakan. Traveloka sebagai perusahaan teknologi sudah berada di jalan yang tepat,” ungkapnya.

Selain itu, teknologi juga bisa dimanfaatkan sebagai wadah untuk promosi. Traveloka telah meluncurkan program Traveloka LIVEstyle Flash Sale, yang merupakan inovasi strategi promosi pertama di Indonesia, yang menggabungkan konsep flash sale dengan kanal marketing live stream.

Live stream dikemas dengan format bincang-bincang santai seperti live tour virtual dan live auction untuk produk hotel yang dipublikasi di kanal media sosial. Diharapkan, program ini bisa menjadi solusi bagi para mitra untuk menstimulasi dan menciptakan permintaan dari konsumen di tengah masa pandemi Corona. *

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close