DPRD PROV JABAR

Tak Ada Ibadah Haji Tahun Ini, DPRD Jabar Minta Calon Jemaah Berbesar Hati

Hasanah.id – Kepastian mengenai pelaksanaan ibadah haji tahun ini akhirnya keluar. Pemerintah telah memastikan tidak mengirimkan calon jamaah haji tahun ini, pandemi Covid-19 yang belum ada penangkalnya menyebabkan ibadah haji ditunda.

Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Jawa Barat dari fraksi PKS, Abdul Hadi Wijaya mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara muslim terbesar yang memberangkatkan calon jamaah haji ke Arab Saudi. Untuk itu perlu persiapan maksimal untuk memastikan kesehatan dan keselamatan calon jamaah.

Ia meminta jemaah haji yang batal berangkat pada tahun ini untuk berbersar hati. Menurutnya, calon jemaah haji harus bisa melihat dari aspek lain.

Contohnya, lanjut dia, kepanitian haji yang melibatkan puluhan ribu orang yang harus berjalan sesuai prosedur. Pasalnya, ada satu saja langkah yang terhambat maka akan berdampak besar.

“Bagaimana kolosalnya kepanitiaan haji, puluhan ribu orang terlibat dari manajemen transportasinya. Manajemen ibadahnya, akomodasinya, dan kalau syawal ini tidak diambil keputusan nanti akan terhambat,” kata dia, Rabu (3/6/2020).

Ia pun tidak menampik bahwa pasti timbul kekecewaan di dalam diri para jemaah. Namun ia meyakini bahwa mencegah keburukan lebih baik dibanding mencari kebaikan.

“Ini kemaslahatan bersama. Kita sedang mengutamakan sedang menghindari kejelekan itu lebih utama dari mencari kebaikan. Ini bahaya sekali, bisa nyawa bisa kesehatan yang dipertaruhkan,” imbuhnya.

Mencegah kerusakan harus diutamakan daripada mendapatkan kemashlahatan. Prinsip itu tetap harus dijadikan pijakan Pemerintah untuk melindungi warga negara dalam rangka memenuhi prinsip menjaga keselamatan diri.

Indonesia dan Arab Saudi memiliki kasus penularan corona yang masih tinggi. Per Selasa (2/6), sudah ada 27.549 orang di Indonesia terjangkit corona, dan 1.663 di antaranya meninggal dunia. Adapun Arab Saudi memiliki 89.011 kasus positif dan 549 kematian.

Alasan ini menjadi faktor utama Kemenag menunda pemberangkatan jemaah. Menteri Agama, Fachrul Razi, mengaku akan menjamin kesehatan dan keamanan jemaah dalam menunaikan haji, termasuk mencegah jemaah dari COVID-19.

“Sungguh keputusan yang pahit dan sulit, di satu sisi berusaha di segala upaya untuk melaksanakan ibadah haji sebagai tugas dan layanan. Di sisi lain, kita bertanggung jawab memberikan perlindungan bagi jemaah dan petugas haji. Bagian negara dalam menjamin keselamatan warganya, jadi prioritas kami di masa pandemi,” kata Fachrul. (*)

Tags
Back to top button
Close
Close