Berita

Terbitnya Peraturan Walikota Tentang PSBB, Pemkot Bandung Gelar Simulasi PSBB

Hasanah.id– Dengan di keluarkannya Peraturan Walikota (Perwal) nomor 14 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Covid-19. Pemerintah Kota Bandung Bandung lakukan simulasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Senin (20/4/2020). Simulasi tersebut bakal menentukan lokasi untuk titik pemeriksaan saat PSBB berlangsung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, simulasi ini untuk melihat kesiapan titik-titik check point (pemeriksaan), untuk melihat apa saja yang harus disediakan di tenda check point.

Nantinya Pasalnya di sejumlah titik pemeriksaan itu, bakal ada ribuan aparat bagungan yang terdiri atas unsur kepolisian, TNI, satuan polisi pamong praja, dan dinas perhubungan. Aparat tersebut bakal berjaga dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mengenai jumlah titik pemeriksaan maupun penjagaan di pintu masuk Kota Bandung, Ema mengatakan semua disampaikan secara rinci pada saat simulasi berlangsung.

” Mereka (tim di lapangan) sudah kasih gambaran, berapa ploting petugas di ring satu, ring dua, ring tiga, atau ring empat baik dari dishub atau satpol atau lainnya. Mereka sudah punya gambaran dan Insyaallah mereka sudah akan menjelaskan di mana cek poin, atau gimana proses penanganan suspect, sampai distribusi dana bantuan. Kami juga masifkan sosialisasi juga dari level kota sampai wilayah,” kata Ema usai Gladi simulasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu (19/4/2020) kemarin.

Ema juga menyampaikan Pemkot Bandung telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) nomor 14 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Covid-19. Perwal ini dikeluarkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/259/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Keputusan Gurbernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.240- Hukham/2020 tentang Pemberlakuan PSBB di Wilayah Bandung Raya yang meliputi Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Ema mengatakan, Perwal ini menjadi landasan hukum Pemkot Bandung selama PSBB untuk menekan penyebaran mata rantai Covid-19 secara masif melalui pembatasan kegiatan tertentu yang dalam pelaksanaannya sesuai pedoman yang diatur dalam Peraturan Wali Kota.  Ema menyampaikan, regulasi ini dikeluarkan agar semua elemen memahami bagaimana menjaga kedisiplinan selama pandemi virus corona. Dalam penerapan PSBB, menurut dia, yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa tetap teredukasi selama pandemi ini.

Ia menyebut, simulasi ini dinilai menjadi stategi tepat untuk mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat tentang menjaga jarak sosial “Supaya masyarakat paham edukasi dan sosialisasi ini strategi yang paling tepat. Stategi ini salah satu kunci paling jitu sehingga masyarakat tahu mana yang boleh dan tidak dilakukan selama PSBB,” katanya.

Di sisi lain, Ema menyampaikan, sanksi bagi yang melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk area Kota Bandung pum telah dicantumkan dalam peraturan wali kota perihal penerapan PSBB. Sebab dalam hal ini kepala daerah mempunyai kewenangan membuat sanksi bagi yang melanggar ketentuan PSBB.

“Sanksi ini di dalam Perwal kemarin lebih mengarah ke edukasi, peringatan, tapi kalau mereka memaksakan, contoh saja, pusat perbelanjaan memaksakan (buka), diperingatkan tetap bandel, ujung-ujungnya kita punya ruang bisa sampai nanti pada pencabutan izin dari usaha yang bersangkutan,” kata Ema menegaskan.

Tags
Back to top button
Close
Close