-
Kajian geologi dan geoteknik untuk memastikan tingkat risiko di lokasi sekolah saat ini,
-
Identifikasi lahan alternatif yang lebih aman dan strategis untuk pembangunan sekolah baru,
-
Sinkronisasi perencanaan dengan Pemkab Purwakarta, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Bappeda, serta BPBD,
-
Pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana agar proses belajar mengajar tidak terganggu selama masa transisi relokasi.

“Kami berharap SMAN 2 Sukatani dapat dibangun kembali di lokasi yang lebih aman dan representatif, sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Purwakarta, khususnya bagi siswa dari daerah terpencil,” pungkas Christin.
