Berita

Transaksi Ganja Lewat Medsos, Ini Perjalanan Bandar Cilik Hingga Lintas Pulau

Hasanah.id– Beredarnya kabar dimedia massa, satuan Narkoba Polres Cimahi menangkap seorang anak berinisial ND (14) yang ketahuan menjadi pengedar ganja. ND diketahui masih duduk di bangku SMP dan berstatus pelajar. Meski baru berusia 14 tahun, dia sudah menjadi bandar narkotika jenis ganja lintas pulau.

Awalnya, ND berkenalan dengan orang yang disebut Abang lewat media sosial. Abang diduga merupakan seorang narapidana di Sumatera Barat. ND kemudian membeli ganja melalui media sosial hingga menjadi pelanggan tetap Abang.

Bahkan, ND sering diberikan jatah ganja gratis namun dengan syarat tertentu. Salah satu syarat agar ND mendapatkan ganja gratis, ungkap Andri, ia diperintahkan menjual ganja lewat media sosial facebook. Perkenalan berawal dengan beli ganja paket murah di facebook. Jadi mereka ini sama sekali belum pernah ketemu, hanya mengandalkan azas kepercayaan saja.

Kasatres Narkoba Polres Cimahi, AKP Andri Alam meyakini, siswa kelas II SMP itu sudah lama menjalankan praktik transaksi ganja melalui media sosial. Meskipun bandar cilik tersebut mengaku baru tiga bulan menjalankan praktik gelapnya. Siswa kelas 2 SMP tersebut sudah mendekam dibalik jeruji besi.

“Kami meyakini dia sudah lama jadi bandar ganja kering ini, mungkin setahun berdasarkan bukti dan petunjuk yang kami amankan,” kata Andri saat dihubungi, Jumat (15/5/2020).

ND bersama seorang tersangka lainnya, WL (19), menjalankan praktik transaksi ganja lintas pulau. Menurut pengakuan WL, ND pernah membawa paket ganja seberat 120 kilogram dari Aceh ke Padang seorang diri dengan tujuan akhir Jakarta.

ND diberikan upah Rp 30 juta oleh seorang narapidana di Sumatera Barat untuk membawa ganja tersebut. “Tapi dia tidak mengaku, anak ini banyak bohongnya,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan urine pada tersangka ND, bocah tersebut positif pengguna ganja. Awal perkenalannya dengan Abang, napi yang mengendalikan peredaran ganja dari dalam lapas pun berawal dari transaksi ganja.

“Dia pemakai ganja aktif karena awalnya bisa jadi bandar ini dia sering beli ganja dari medsos juga. Akhirnya ditawari jual beli ganja oleh Abang, napi yang sedang kami selidiki,” bebernya.

Pihaknya juga mendapati ada 14 orang pelanggannya yang dikategorikan sebagai korban penyalahguna. Ke 14 orang tersebut berusia 20 hingga 59 tahun.

“Mereka semua termasuk orang-orang yang berstatus golongan sebagai korban penyalahguna yang secara undang-undang wajib dilakukan upaya rehabilitasi,” tegasnya.

Sementara korban dari kalangan teman-teman sekolah tersangka, hingga saat ini belum ada. Namun pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada temuan korbannya dari teman sekolah tersangka. Tapi akan terus kami dalami untuk menemukan bukti lainnya,” tandasnya

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close