DPRD PROV JABAR

Wacana Gubernur Non ASN Ikut Lelang Jabatan Sekda, DPRD Jabar Sebut Perlu Pertimbangan

Hasanah.id-Gubernur Jabar Ridwan Kamil merencanakan non-ASN ikut lelang jabatan terbuka untuk posisi Sekda Jabar. Rencana Gubernur ini dinilai perlu pertimbangan matang. Sebab, dikhawatirkan ke depannya menemui kendala dan malah menghambat kerja pemerintah.

Anggota DPRD Jabar Abdy Yuhana mengatakan, wacana tersebut perlu dipertimbangkan dalam berbagai aspek. Pertama, aspek yuridis atau aturan hukum mengenai mekanisme lelang jabatan Sekda Jabar tersebut.

“Aspek yang harus dilihat dari wacana ini tentu aturan hukumnya seperti apa, memperbolehkan atau tidak,” katanya.

Selain melihat aspek hukum, ia juga mengingatkan Sekda Jabar bukan jabatan politik melainkan karir. Sehingga, jabatan sangat strategis dalam struktural pemerintahan khususnya tatanan ASN.

“Perlu diingat juga oleh RK kalau Sekda ini bukan jabatan politik. Sekda ini kan harus menjadi administratur yang mumpuni. Karena jabatan paling tinggi di ASN juga,” jelas politisi PDIP ini

Ia khawatir kalau nantinya Sekda Jabar berasal dari non-ASN justru tidak efektif dalam menjalankan tugasnya. Sebab, pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi lagi dengan ASN di Pemprov Jabar.

“Khawatirnya malah tidak efektif, membuang waktu lagi untuk beradaptasi. Beda lagi kalau dari ASN yang sudah memahami dan saling mengenal. Dalam koordinasi juga akan lebih efektif,” ucapnya.

Abdy menegaskan, tidak mempersoalkan kalau memang secara aturan memperbolehkan. Tapi, lagi-lagi perlu dipertimbangkan secara matang dari segala aspek.

“Kalau memang secara aturan boleh silakan. Tapi harus dipertimbangkan lebih matang lagi nanti,” pungkasnya.

Sementara Kepala Pusat Studi Reformasi Birokasi dan Local Governance Fisip Unpad Yogi Suprayogi menilai rencana Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengkaji peluang non-ASN mengikuti lelang jabatan Sekda Jabar merupakan terobosan. Tapi dalam eksekusinya harus ekstra hati-hati.

“Swasta harus disertifikasi tidak ujug-ujug tidak punya jabatan apapun dia masuk ke situ. Tapi harus equal, kemudian harus proses tes seleksi terbuka. Wacana ini bagus tapi jangan terlalu mengarahkan ke swasta karena belum tentu yang swasta lebih bagus,”ujarnya.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close