ADIKARYA PARLEMENBerita

Waras Wasisto: Jelang New Normal, Pemerintah Harus Perketat Aturan di Tempat Wisata

ADIKARYA PARLEMEN

Hasanah.id – Pariwisata nasional akan kembali bangkit dan meraih kepercayaan publik internasional yang tengah turun. Apalagi sebelumnya diberitakan, dilansir organisasi nirlaba Deep Knowledge Group, Indonesia termasuk kategori negara paling tidak aman terhadap Covid-19.

Dari daftar 100 negara yang dianggap paling aman dari Covid-19, Indonesia menduduki peringkat 97.

Menyoroti hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Jabar Fraksi PDI Perjuangan, Waras Wasisto meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menerbitkan panduan bagi turis, industri pariwisata. Juga kepada pemerintah daerah dalam masa new normal atau kenormalan yang sebagian mulai diberlakukan, khususnya di sektor pariwisata. 

“Beberapa pemerintah daerah sudah mulai membuka destinasi wisata nya dengan protokol kesehatan. Kita harus jaga agar kondisi tidak kembali outbreak, malah bisa balik ke fase awal,” ujar politikus Partai PDI Perjuang, saat dikonfirmasi Jumat, 19/06/2020.

Lanjut Warasi, dalam fase yang belum menunjukkan kulminasi pandemi Covid-19 di Indonesia, pembukaan destinasi wisata sebenarnya belum dianjurkan. Karena setiap kegiatan yang memicu keramaian dan lalu lintas orang, tetap berpotensi meningkatkan angka infeksi, harus ada protokol yang sangat ketat

Oleh karena itu, Waras berharap panduan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait daerah-daerah yang sudah mulai menarik wisatawan untuk datang. Waras menekankan bagaimana merubah perilaku wisatawan agar mampu beradaptasi dalam fase new normal.  Standar pemakaian masker, selalu mencuci tangan, dan physical distancing secara ketat harus tetap diterapkan.  

“Physical distancing juga memaksa pengelola menerapkan pembatasan kuota orang dalam satu tempat hiburan, resto, transportasi, maupun penginapan,” tutur Koordinator  Satgas Lawan Covid-19 DPRD Jabar.

Pentingnya koordinasi lintas sektor juga diharapkan dalam penerapan regulasi tersebut. Pelibatan sektor perhubungan, keamanan dan ketertiban, serta sektor kesehatan harus integral dalam penerapan new normal di pariwisata. Selain itu, Waras meminta pelibatan pelaku industri pariwisata hingga unit terkecil berpartisipasi dalam kampanye wisata yang aman dan sehat selama new normal.

“Terkait penerapan CHS (Cleanlines, Health dan Safety) di industri pariwisata, akan menjadi pertaruhan citra pariwisata lokal maupun nasional di mata pelancong. Citra destinasi wisata saat ini akan kental dengan isu CHS, dimana turis akan menuntut rasa aman dan nyaman berkunjung,” sarannya. (Uwo-)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close