Menurutnya banyaknya korban meninggal dari para pecinta ular disebabkan beberapa hal. Pertama kurangnya kepedulian atau tidak hati-hati warga saat memelihara ular. Hal itu berdampak fatal hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
“Jadi ingin sebenarnya orang memelihara itu punya awarnes terutama yang pelihara ular berbisa,” ucapnya.
Sementara itu, anggota Sioux lainnya Hardy Taipan menambahkan, kasus gigitan ular banyak ditemukan di wilayah Sukabumi tercatat ada 15 kasus. Kemudian daerah-daerah lainnya.
Selain itu, lanjut dia, jenis ular yang paling banyak memakan korban di Jawa Barat adalah jenis kobra dan king kobra. Berdasarkan data terdapat tiga orang meninggal akibat ular jenis kobra yakni di Bekasi pada Desember 2018, Sukabumi Maret 2019 dan Bekasi 28 Mei 2019.
Kemudian empat korban meninggal akibat terkena gigitan ular jenis king kobra terjadi di Rajamandala 23 Februari 2019, Bekasi 30 Maret 2019, Sumedang 22 April 2019 dan Kiaracondong Bandung 29 Juni 2019. Sementara ada satu orang korban meninggal akibat ular jenis piton di Kabupaten Bandung 24 Juni 2019.