HASANAH.ID – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan artis FTV Nadya Almira kembali mencuat setelah adik korban, Hanny, angkat bicara di media sosial. Insiden tersebut terjadi pada 13 Oktober 2013 dan menyeret nama Nadya dalam tudingan tabrak lari terhadap pengendara motor bernama Adnan.
Dalam perjumpaan bersama Hanny di kanal YouTube Denny Sumargo, Nadya menyampaikan penjelasan kronologi peristiwa dari sudut pandangnya. Ia mengaku kondisi tubuhnya saat itu sudah sangat lelah setelah pulang syuting.
“Inget banget sih enggak, tapi Nad baru pulang dari syuting kondisinya capek banget,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Nadya menuturkan dirinya meninggalkan lokasi syuting sekitar pukul 23.00 dan langsung pulang tanpa berganti pakaian.
“Pulang dari syuting sekitar 11.00an (malam), dari lokasi. Nad sampai enggak ganti baju, dari lokasi syuting langsung pulang karena udah capek banget,” imbuhnya.
Ia mengingat bahwa sebelum pulang, dirinya sempat menemui seorang teman sehingga memilih jalur berbeda dari biasanya.
“Memang itu bukan jalan pulang Nadya, Nadya ada ketemuan dulu sama orang di daerah situ,” jelasnya.
Saat dalam perjalanan, ia terkejut melihat motor di depannya melaju dengan kecepatan rendah hingga memotong arah mobil. Kondisi tubuh yang sudah kelelahan membuatnya tak fokus.
“Pas mau jalan pulang, karena kondisi udah capek banget, kaget, di depan mobil ada motor yang memang kondisi jalannya pelan banget,” ungkapnya.
Nadya menambahkan, ia sempat membanting setir dan menabrak beton untuk menghindari motor tersebut.
“Nad ingetnya itu dia motong dan pelan di depan Nad,” ucapnya.
“Nad kaget banget. Karena memang kondisi pulang syuting, enggak fokus. Nad banting setir, nabrak beton,” tambahnya.
Terkait dugaan ngebut, Nadya menegaskan bahwa dirinya hanya melaju dengan kecepatan normal.
“Kamu ngebut?” tanya Denny Sumargo.
“Standar kali ya,” jawab Nadya.
Ia menjelaskan mobilnya hanya melaju sekitar 40 km/jam.
“Enggak, enggak sampai 70-80 (km/jam), mungkin 40-an (km/jam). Sekitar segitu, itu bukan jalan raya besar,” ucapnya.
Usai kejadian, Nadya mengaku tak sadarkan diri dan baru sadar ketika dirawat di rumah sakit.
“Abis itu Nad pingsan, enggak inget apa-apa lagi,” tutur Nadya.
“Ilang. Nad enggak tahu gimana caranya dari mobil itu bisa sampai rumah sakit, udah enggak sadar apa-apa,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan sudah berupaya bertanggung jawab dengan menanggung biaya pengobatan Adnan. Namun karena keterbatasan, ia kemudian meminta mediasi kepolisian hingga dibuat surat kesepakatan resmi.
“Bebas. Syaratnya adalah mereka yang terdaftar memiliki izin usaha dan terdaftar di WLKP (Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan),” tegasnya.
Dalam kesepakatan tersebut, pihaknya menyerahkan Rp40 juta, sehingga total dana yang dikeluarkan saat itu sekitar Rp185 juta.











