HASANAH.ID – SUMEDANG. Pokja Alam dan Budaya Cimanuk – Cipunagara menggelar Saresehan Budaya Tatar Sunda di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Sabtu 24/01/2026.
Saresehan yang dihadiri para aktivis Lingkungan dan Budaya dari Banten, DKI Jakarta dan 10 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat, juga turut hadir Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, sejumlah Anggota DPRD dan para tokoh masyarakat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, sejumlah aktivis lingkungan Sumedang yang tergabung dalam Komunitas Gelap Nyawang Nusantara (GNN).
Ketua Umum Komunitas Gelap Nyawang Nusantara, Asep Riyadi mengapresiasi acara Saresehan yang digelar Pokja Alam dan Budaya Cimanuk – Cipunagara.
Menurut Asep, dalam konteks kewilayahan, Kabupaten Sumedang tak hanya memiliki Sungai Cimanuk dan Cipunagara saja tetapi perlu disikapi juga keberadaan Sungai Cepeles dan Cilutung.
“Dalam fakta kewilayahan, Sumedang bukan hanya ada Sungai Cimanuk dan Cipunagara saja sebagai sungai induknya, tapi jangan kita lupakan dan kesampingkan, keberadaan sungai Cipeles dan Cilutungnya, karena dua sungai ini sebetulnya yang membelah sebagian besar wilayah pemukiman Sumedang dari dulu sampai saat ini,” ujar Asep Riyadi.











