JAKARTA – Musim ini, tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting masih paceklik gelar dari sembilan event yang diikutinya hingga Juni 2019. Ada apa Anthony?. Prestasi terbaik Anthony menjadi runner-up Turnamen BWF World Tour Super 500 Singapore Open dan Australian Open Super 300.
Ini berbeda dengan tahun lalu, Anthony mampu meraih dua gelar di Turnamen Indonesia Masters 2018 Super 500 dan China Open 2018 Super 1000. Pemain peringkat delapan dunia itu juga meraih perunggu Asian Games 2018.
Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, menngungkapkan bahwa labilnya permainan Anthony tidak lepas dari permainannya yang sering mati sendiri saat bertanding. Inilah kelemahan utama Anthony. Bicara teknis, Hendry menganggap kualitas Anthony berimbang dengan para pemain top dunia saat ini.
“Saya suka bilang sama Anthony, standard dan kualitas dia bagus banget. Jangan lihat dia kalah menangnya sekarang, waktu di China Open 2018, banyak yang bilang dia tampilperfect, pemain masa depan, sekarang dia kalah jadi jelek? Tidak, dia bagus kok, tapi ada kelemahannya, mati sendirinya masih banyak,” ujar Hendry seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org.