Erwan Setiawan : Perbedaan Suku Bangsa, Ras dan Budaya menjadi Kekuatan Nasional apabila Saling Percaya
- account_circle khasanah
- calendar_month 24 November 2019, 18:05 WIB
- visibility 335
- comment 0 komentar
- print Cetak

Erwan Setiawan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sumedang, hasanah.id (23/11-2019) Wakil Bupati H. Erwan Setiawan mengharapkan kegiatan Launching Pembentukan Model Kelurahan Kebangsaan ditampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang benar-benar mewakili etnis yang ada tetapi oleh etnis yang berbeda.
Disampaikan nya pada saat mendampingi Bupati Sumedang dalam rangka Launching Pembentukan Model Kelurahan Kebangsaan di Gedung Kesenian Pacuan Kuda Kelurahan Kotakaler Kec. Sumedang Utara, Sabtu (23/11)
“Nanti ke depan, ditampilkannya seni Barongsai tapi yang mainnya bukan keturunan Tionghoa tetapi Arab. Kemudian Tari Jaipong yang mainnya dari keturunan Tionghoa atau seni-seni lainnya. Dengan begitu bisa kelihatan benar-benar pembaurannya ada,” tutur Wabup
Lebih lanjut di katakan Wabup, perbedaan suku bangsa, ras dan budaya akan menjadi sebuah kekuatan nasional apabila dilandasi rasa saling percaya, saling menghormati dan menghargai satu sama lain, sehingga terbina keharmonisan dan kerukunan seluruh bangsa Indonesia.
“Sumedang sudah terkenal dengan keramahtamahannya dan keharmonisannya. Saya tidak ingin mendengar kata-kata yang rasis. Tonjolkan kebersamaan, tinggalkan ego-ego cultural atau kedaerahan. Semoga kebersamaan ini tetap terjaga,” katanya.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Rohayah Atang selaku panitia pnyelenggara menyampaikan, Kegiatan tersebut adalah implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah yang mengamanatkan agar Pemerintah Daerah melakukan pembinaan pembauran kebangsaan.
“Tujuannya adalah untuk menyatukan semua komponen bangsa walau sebenarnya kita sudah bersatu tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku dan etnis masing-masing,” tandasnya.
Menurutnya, alasan dipilih Kelurahan Kotakaler sebagai model kelurahan pembauran kebangsaan adalah karena kelurahan kotakaler penduduknya mempunyai latar belakang yang berbeda mulai dari suku, agama, ras, dan antar golongan.
“Kelurahan Kotakaler dihuni masyarakat dari berbagai keturunan, mulai dari warga asli Sunda,Tionghoa, Arab, Jawa, Madura, Batak, Minang dan lainnya. Semua hidup rukun dan berdampingan dan berbaur dalam setiap kegiatan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati H. Erwan Setiawan, perwakilan unsur Forkopimda, para Kepala SKPD, Camat, Lurah, pimpinan BUMD, jajaran pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sumedang, Forkopimka Kecamatan Sumedang Utara, para Kades dan Lurah se-Kecamatn Sumedang Utara, Lurah Kotakaler beserta perangkat kelurahan, Ketua dan Anggota LPM kelurahan.
Acara di hibur dengan penampilan kesenian berupa seni calung dari Amor Grup serta Tari Jaipong dan Piring dari Sanggar Seni Sona Soni turut meramaikan acara. Tidak ketinggalan Warung Sawios yang menjajakan makanan gratis yang menjadi rebutan peserta gerak jalan ketika sampai di tempat finish. (ahs/humas smd)
- Penulis: khasanah



