Breaking News
Trending Tags

Geger! Konten Kreator Horor Menemukan Mayat di Kampung Gajah Bandung

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month 14 Februari 2026, 17:23 WIB
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Hasanah.id- Penemuan mayat di Kampung Gajah menggegerkan warga Bandung Raya pada Jumat (13/2/2026) malam.

Lokasi yang selama ini dikenal sebagai kawasan terbengkalai eks objek wisata di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendadak berubah menjadi tempat penyelidikan aparat kepolisian.

Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh sekelompok kreator konten horor yang tengah melakukan pengambilan gambar di area bekas wahana wisata itu.

Mereka mencium bau menyengat dari salah satu sudut lokasi yang dipenuhi bangunan rusak dan semak belukar. Setelah ditelusuri, ditemukan sesosok tubuh manusia dalam kondisi membusuk tergeletak di antara reruntuhan wahana.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Polisi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis pengaman, dan melakukan olah TKP awal.

Penyebab kematian pun belum dapat dipastikan, termasuk ada tidaknya tanda kekerasan. Polres Cimahi kemudian membentuk tim gabungan untuk mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan dilakukan autopsi.

Di sisi lain, kabar mengenai mayat di Kampung Gajah juga sampai ke lingkungan SMPN 26 Bandung. Kepala sekolah, Titin Supriatin, mengaku menerima informasi dari rekan yang melihat siaran langsung di TikTok. Dalam tayangan tersebut disebutkan korban mengenakan seragam sekolah.

Karena tidak menggunakan aplikasi tersebut, Titin mendapat tangkapan layar dari temannya. Ia kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Polsek Sukajadi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Setelah pengecekan ke pihak keluarga dan lokasi, diperoleh kepastian bahwa korban adalah ZAAQ, seorang siswa SMP negeri di Kota Bandung.

Menurut Titin, identitas korban dikenali dari seragam dan topi sekolah yang tersimpan di dalam tasnya. Saat kejadian, korban diketahui mengenakan pakaian olahraga milik ayahnya, sementara seragam sekolah berada di dalam tas yang masih ditemukan di lokasi.

Pihak sekolah menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Mereka menegaskan telah berupaya memberikan perlindungan dan edukasi kepada siswa terkait berbagai bentuk kekerasan, serta bekerja sama dengan unsur kewilayahan.

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana korban bisa berada di lokasi tersebut dan dengan siapa ia terakhir bersama.

Eks Kampung Gajah Wonderland sendiri telah berhenti beroperasi sejak Mei 2018. Sejak penutupan itu, area tersebut dibiarkan tidak terawat dan kerap dijadikan lokasi pembuatan konten horor.

Kini, kawasan yang sebelumnya hanya dikenal lewat cerita urban legend itu menjadi bagian dari penyelidikan serius aparat kepolisian. Polisi masih terus mengumpulkan keterangan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less