Breaking News
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Ahmad Baskara : Sekolah Menjadi Miniatur Kehidupan Berbangsa-bernegara Multi Etnis

Ahmad Baskara : Sekolah Menjadi Miniatur Kehidupan Berbangsa-bernegara Multi Etnis

  • account_circle hasanah 006
  • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2020
  • visibility 202
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan-Hasanah.id – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengapresiasi lembaga pendidikan bentukan dr. Sofyan Tan yang konsisten menerapkan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila seperti toleransi, kemajemukan dan nilai-nilai kemanusiaan. 

Itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) Medan, Sumatera Utara, Sabtu (1/2).

Lebih lanjut dikatakannya di sekolah dengan 3000 lebih siswa/i tersebut tampak jelas ideologi Pancasila dapat bekerja di tengah rakyatnya. 

Ia mencontohkan sekolah dengan rumah-rumah ibadah semua agama yang lengkap dan siswa-siswa yang berbaur dari semua etnis dan agama serta sistem subsidi silang dari siswa keluarga yang kaya dan yang miskin. 

Selain itu juga kerukunan yang tercipta dengan damai menggambarkan semua sila Pancasila menjadi benar-benar bekerja. Karena itu, ujar Basarah, YPSIM perlu dijadikan model sekolah dan praktek pendidikan Pancasila di Indonesia.

“Sekolah menjadi miniatur kehidupan berbangsa-bernegara yang multi etnis. Sejak dini peserta didik diajarkan untuk saling menghormati ragam perbedaan yang ada, ini mencerminkan kebhinnekaan Bangsa Indonesia,” kata Basarah. 

Ia juga menjelaskan proses kegiatan belajar-mengajar mencerminkan penerapan nilai Pancasila, misalnya doa lintas agama, integrasi nilai-nilai multikultur dalam setiap pembelajaran, kelas agama dilakukan bersama untuk toleransi. 

Menurut Basarah, penerapan model pendidikan multikultur di YPSIM sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia di tengah menguatnya intoleransi yang menjurus ada polarisasi sosial yang tidak konstruktif bagi Persatuan Indonesia.

  • Penulis: hasanah 006
expand_less