Breaking News
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Ahmad Baskara : Sekolah Menjadi Miniatur Kehidupan Berbangsa-bernegara Multi Etnis

Ahmad Baskara : Sekolah Menjadi Miniatur Kehidupan Berbangsa-bernegara Multi Etnis

  • account_circle hasanah 006
  • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2020
  • visibility 200
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia juga menjelaskan proses kegiatan belajar-mengajar mencerminkan penerapan nilai Pancasila, misalnya doa lintas agama, integrasi nilai-nilai multikultur dalam setiap pembelajaran, kelas agama dilakukan bersama untuk toleransi. 

Menurut Basarah, penerapan model pendidikan multikultur di YPSIM sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia di tengah menguatnya intoleransi yang menjurus ada polarisasi sosial yang tidak konstruktif bagi Persatuan Indonesia.

“Ke depan model pendidikan multikultur layak dijadikan pertimbangan bagi pemerintah untuk dijadikan standar kurikulum nasional, terutama referensi untuk aplikasi model kurikulum pendidikan Pancasila yang  sedang kita perjuangkan agar kembali diajarkan di sekolah-sekolah melalui revisi Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang telah masuk Prolegnas prioritas tahun 2020,” urai dosen tetap Pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut. 

Basarah juga mengingatkan banyaknya kebutuhan penyesuaian selain konten kurikulum juga tenaga pendidiknya. Sebagai contoh, standarisasi karakter kebhinnekaan tunggal ikaan bagi tenaga Pendidikan. Kita bisa beri masukan apakah perlu sertifikasi guru memasukkan syarat berkarakter Pancasilais. 

  • Penulis: hasanah 006
expand_less