Breaking News
Trending Tags

Generasi Muda Dorong Pengendalian Konsumsi Rokok Pasca Pilkada Serentak

  • account_circle hasanah 006
  • calendar_month 08 Desember 2024, 18:18 WIB
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID, JAKARTA – Setelah Pilkada serentak, generasi muda Indonesia bergerak cepat untuk memastikan janji politik terkait pengendalian konsumsi rokok diubah menjadi kebijakan nyata.

Melalui Indonesian Youth Summit on Tobacco Control (IYSTC) ke-3 dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRemaja 3.0 yang berlangsung pada 3 Desember 2024, aspirasi pemuda dari berbagai daerah disampaikan langsung kepada para pemangku kebijakan nasional.

Acara yang digelar oleh Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) dan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) ini menghadirkan 13 anggota DPRemaja dari 11 provinsi.

Baca Juga: Kominfo Akan Mulai Blokir Iklan Rokok di Internet

Mereka membawa kisah perjuangan dalam mengkampanyekan pengendalian konsumsi rokok. Mengusung tema “Sehat Kota Kita, Nyaman Rumah Kita,” IYSTC dan RDPU ke-3 menjadi simbol sinergi antara pemuda, masyarakat sipil, dan pemerintah untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat.

Ketua Umum IYCTC, Manik Marganamahendra menyoroti tingginya prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun yang mencapai 7,4% atau sekitar 6 juta anak.

“Fakta ini memperburuk berbagai persoalan pembangunan seperti stunting, pengeluaran rumah tangga yang tidak sehat, dan kemiskinan struktural. Lewat forum ini, pemuda menunjukkan bahwa mereka bukan hanya objek kebijakan, tetapi juga subjek perubahan yang mampu memberikan solusi konkret,” ujarnya.

IYCTC juga mengangkat hasil Pemilu dan Pilkada 2024 melalui pemetaan sikap di situs pilihantanpabeban.

Baca Juga: Pj Wali Kota dan Satpol PP Kota Cimahi Bersama Bea Cukai Bandung

“Kami mendapati hanya sedikit politisi yang pro terhadap pengendalian rokok, termasuk yang mendukung PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Sebaliknya, lebih dari 100 pemangku kebijakan justru memihak industri rokok, bahkan beberapa memiliki konflik kepentingan dengan industri tersebut,” lanjut Manik.

Founder dan CEO CISDI, Diah Satyani Saminarsih menekankan pentingnya peran pemuda dalam pengendalian konsumsi rokok.

“Ketika anak muda bergerak bersama, perubahan menjadi tidak terelakkan. Kehadiran mereka mendorong lahirnya kebijakan pengendalian rokok. Baik dari sisi fiskal maupun non-fiskal, banyak hal yang perlu diperbaiki, termasuk menaikkan cukai rokok dan menyederhanakan golongan tarif cukai,” ujar Diah. (Noviana)

  • Penulis: hasanah 006
expand_less