Gara-gara Ini, Drama Korea The Trauma Code: Heroes on Call Siap Saingi Squid Game
- account_circle Hasanah 015
- calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
- visibility 89
- comment 0 komentar
- print Cetak

Poster The Trauma Code: Heroes on Call (sumber: asianwiki)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Drama The Trauma Code: Heroes on Call yang diperankan aktor kawakan Ju Ji Hoon, berhasil mencuri perhatian sejak perilisan perdananya di Netflix pada Jum’at (24/01/2025). Kesuksesan drama komedi medis ini, menempatkannya di 3 besar serial non-Inggris terpopuler di Netflix global dalam kurun hitungan hari.
Keberhasilan drakor The Trauma Code: Heroes on Call ini menimbulkan pertanyaan yang menarik, apakah drama Korea tersebut akan menyaingi Squid Game? Banyak elemen yang membuat The Trauma Code: Heroes on Call begitu diminati. Alur cerita cepat, dengan sentuhan keseimbangan komedi dan thriller membuat penonton terpikat.
Belum lagi, The Trauma Code: Heroes on Call setiap episode nya menghadirkan kasus-kasus medis menegangkan, bercampur komedi yang menyegarkan. Selain itu peran tim produksi dalam menggarap drama ini bisa jadi bahan perhitungan.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Drakor Januari 2025, Cocok Temani Malam Minggu
Disutradarai oleh Lee Do-yoon dan diadaptasi dari webtoon ‘Trauma Center: Golden Hour’ karya Hansanleega (Lee Nak-jun), drakor ini memilki visual yang memanjakan mata bagi penonton. Sehingga mendapatkan respon positif, khusunya bagi pecinta drakor medis.
Pada musim pertama kali ini, The Trauma Code: Heroes on Call berhasil menuai pujian. Melihat antusisme penonton dan popularitasnya yang meningkat, peluang untuk kelanjutan serial ini sangat besar. Karena sebagaimana diketahui musim pertama The Trauma Code: Heroes on Call hanya terdiri 8 episode saja.
Terungkap dibalik kebesaran drama Korea Ju Ji Hoon ini, karena terinspirasi dari pengalaman pribadi sang penulis. Dalam satu kesempatan, Lee Nak-jun (penulis webtoon) bercerita bahwa ia memiliki latar belakang unik, yakni seorang spesialis THT. Kemudian dirinya menuangkan ceritanya untuk memproses penyesalan atas mimpinya menjadi ahli bedah yang tak terwujud.
- Penulis: Hasanah 015



