HASANAH.ID – Pemerintah Indonesia tengah menganalisis dampak kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat terhadap barang impor asal Indonesia. Evaluasi ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan ekonomi nasional guna menghadapi perubahan dalam perdagangan internasional.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyampaikan bahwa pemerintah berhati-hati dalam menghitung konsekuensi dari kebijakan tarif tersebut.
“Pemerintah sedang mencermati dampak kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (4/4/2025).
Hasan menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan tiga langkah utama untuk memperkuat perekonomian nasional di tengah ketidakstabilan global.
“Langkah pertama adalah memperluas kemitraan dagang guna mengurangi ketergantungan terhadap pasar tertentu. Kedua, mempercepat hilirisasi sumber daya alam agar Indonesia memiliki nilai tambah lebih besar dalam ekspor. Ketiga, memperkuat daya beli masyarakat melalui program kesejahteraan yang mendorong stabilitas ekonomi dalam negeri,” jelasnya.