KPK Ungkap Dugaan Aliran Dana BJB ke Kantor Ridwan Kamil Saat Menjabat Sebagai Gubernur
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Rabu, 10 Sep 2025 22:20 WIB
- visibility 152
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto Ridwan Kamil. (Sumber: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan adanya aliran dana dari kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank BJB menuju kantor mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Uang tersebut disebut bersumber dari pos non-budgeter yang dikumpulkan pihak bank.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa mekanisme penyediaan dana dilakukan ketika Ridwan Kamil masih menjabat gubernur. Menurutnya, jajaran direksi dan komisaris bank daerah tersebut diminta menyiapkan dana tambahan di luar anggaran resmi.
“Pada saat yang bersangkutan (RK) menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Bank Jabar (BJB) ini itu salah satunya si komisaris dan direktur utamanya ini menyediakan uang untuk kegiatan-kegiatan non-budgeter,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 10 September 2025, tegasnya.
Meski begitu, Asep menolak menyebut jumlah dana yang diduga masuk ke lingkungan Ridwan Kamil. Ia hanya memastikan sebagian dari dana itu dipakai untuk menopang kebutuhan operasional gubernur serta oknum pejabat di Pemprov Jabar.
“Kegiatan-kegiatan yang salah satunya diminta oleh oknum pejabat di Provinsi Jawa Barat. Jadi, uangnya (bisa mengalir) seperti itu,” ucap Asep, jelasnya.
Dalam perkara ini, Ridwan Kamil juga dikaitkan dengan pembelian mobil milik Presiden ketiga RI, BJ Habibie. Kendaraan tersebut diduga diperoleh dari dana yang terhubung dengan kasus korupsi BJB. Selain itu, nama selebgram Lisa Mariana ikut terseret setelah mengaku menerima uang yang berkaitan dengan kasus ini.
Lisa menuturkan dirinya pernah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi. Ia membenarkan bahwa dana yang diterima ada kaitannya dengan eks Gubernur Jawa Barat, meskipun status hukum Ridwan Kamil hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka.
“Saya menjadi saksi pemeriksaan BJB Ridwan Kamil, ya,” kata Lisa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Agustus 2025, ujarnya.
Lebih lanjut, Lisa enggan membeberkan nilai dana yang diterimanya. Ia hanya menyebut sebagian besar pertanyaan penyidik berfokus pada aliran dana yang dikaitkan dengan Ridwan Kamil.
“Saya enggak bisa sebut nominalnya ya,” ucap Lisa, tegasnya.
Lisa menambahkan bahwa dana itu dipakai untuk membiayai kebutuhan anaknya. Ia memastikan dirinya telah bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan di lembaga antirasuah.
“Ya kan (uangnya) buat anak saya,” ujar Lisa, tandasnya.
- Penulis: Hasanah 014




