HASANAH.ID, CIMAHI – Warga Kelurahan Cibeureum Cimahi Selatan geger dengan beredarnya kejadian anak usia 5 tahun tewas tersengat arus listrik tiang Penerangan Jalan Gang (PJG).
Hal ini menjadikan masyarakat resah dan khawatir kejadian ini akan terulang menimpa yang lain. Dan ini menjadi sorotan orang banyak.
Bahkan simpang siur informasi yang didapat oleh masyarakat melalui media sosial menjadi kegamangan bagi pihak keluarga korban. Orang tua korban sangat mengeluhkan kejadian ini.
Orang tua korban Deni (40) mengungkapkan kejadian ini meninggalkan duka yang mendalam. Bahkan menjadi sesak didada setelah mendengar informasi dari warga.
”Banyak warga mengatakan bahwa anaknya meninggal karena memanjat tiang PJG, padahal kejadiannya tidak seperti itu,”ungkap Deni saat ditemui media, Selasa (6/1/2025).
Menurutnya, saat itu dalam kondisi hujan, anaknya akan pulang ke rumah sehabis dari rumah saudara ibunya. Saat menepi di Gapura jalan yang berpapasan dengan tiang PJG sendalnya terlepas dan tanpa sadar tangan anaknya memegang tiang PJG yang diduga dialiri arus listrik.
”Jadi kami minta kepada masyarakat atau yang menyampaikan informasi peristiwa tersebut, kronologis kejadiannya harus diluruskan jangan seolah olah anaknya dengan sengaja memanjat tiang PJG padahal itu tidak demikian,” tutur Deni.
Lanjut Deni memaparkan kami dari keluarga korban meminta kepada pemerintah Kota Cimahi atau Dinas terkait untuk tidak lalai atau ceroboh saat melaksanakan pekerjaan tiang PJG. Sehingga tidak ada lagi korban korban serupa.
“Saya meminta Pemkot Cimahi khususnya dinas terkait untuk dapat melakukan pekerjaan sekaligus pengawasan dilapangan dengan baik guna menghindari korban lainnya di Kota Cimahi” papar Deni kepada Media.
Ia mengaku sampai saat ini dirinya dan istri masih trauma atas kejadian yang menimpa anaknya. Tidak menyangka anaknya akan menjadi korban pelaksanaan dari pekerjaan PJG yang tengah dilakukan.
Deni menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kedatangan Wali Kota Cimahi kerumahnya bersama dinas terkait yang turut bela sungkawa atas kepergian anaknya akibat sengatan listrik tiang PJG.
Sementara dari pantauan dilapangan hingga saat ini pekerjaan PJG masih terus dilakukan dinas tekait, Namun dari informasi yang diterima ada beberapa titik yang belum dilakukan pasca peristiwa tersebut.
Ditemukan beberapa tiang PJG yang ternyata harus menjadi perhatian serius. Salah satu tiang yang tidak jauh dari rumah korban box panelnya rusak dan tidak bisa menutup hingga terlihat saklar listriknya. Dikhawatirkan bakal terjadi peristiwa yang sama, atau adanya pihak pihak yang tidak bertanggung jawab .
Dilain pihak, saat dikonfirmasi ke Kepala Bidang Angkutan dan PJU Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi Iwan Ridwan membenarkan peristiwa tersebut, pihaknya malahan sudah memberikan santunan kepada keluarga korban.
“Saya sudah menyerahkan bantuan yang berasal dari pengusaha sebesar Rp10 juta kepada orangtua korban, ditambah Rp30 juta dana asuransi,” kata Iwan.
Disinggung terkait, apakah pengusaha pelaksana pembangunan PJG tersebut diberikan sanksi, Iwan mengatakan kami tidak memberikan sanksi kepada pengusaha. Namun yang kami lakukan adalah pemberian santunan kepada keluarga korban. Dan hingga saat ini pemasangan PJG tersebut belum serah terima.
“Kalau sanksi sih tidak ada tapi kami memberikan santunan kepada keluarga korban, saat ini PJG tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak pengusaha jadi belum serah terima,” pungkasnya.











