Hasanah.id – Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, mengajak mahasiswa untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam mengambil setiap keputusan. Ia menilai, pemahaman yang mendalam terhadap Pancasila akan membantu generasi muda bersikap bijak, bermoral, dan beretika, terutama saat dihadapkan pada persoalan nyata seperti praktik korupsi.
Pesan tersebut disampaikan Wabup Fajar saat memberikan kuliah umum bertema “Pengambilan Keputusan Etis Berbasis Pancasila dalam Situasi Nyata Korupsi” di Universitas Winaya Mukti, Kamis (12/1/2026). Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan dengan antusias.
Dalam pemaparannya, Wabup Fajar menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil seseorang tidak pernah lepas dari konsekuensi. Oleh karena itu, kebijaksanaan menjadi kunci agar pilihan yang diambil tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
“Nilai-nilai Pancasila harus dihayati, bukan sekadar dihafal. Dengan itu, kalian bisa menentukan pilihan yang etis dan bermoral, meskipun berada dalam situasi yang penuh tekanan,” ujar Fajar.
Ia juga menekankan pentingnya memahami konteks sebelum bertindak. Menurutnya, mahasiswa perlu melihat dampak jangka panjang dari setiap keputusan, baik secara sosial maupun moral, dan tidak terjebak pada kepentingan sesaat.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Fajar turut memaparkan sejumlah pendekatan dan teori pengambilan keputusan etis sebagai bekal bagi mahasiswa. Ia menilai, di era digital dengan arus informasi yang begitu deras, nilai-nilai etika kerap terabaikan, sehingga diperlukan pemahaman yang kuat serta keberanian moral untuk tetap berada di jalur yang benar.
“Teknologi berkembang sangat cepat, tetapi etika jangan sampai tertinggal. Pemahaman teori etika dan keberanian untuk bersikap jujur adalah modal penting agar kalian bisa bertindak secara bertanggung jawab,” katanya.
Lebih lanjut, Wabup Fajar menyampaikan bahwa pendidikan Pancasila dan antikorupsi tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas. Ia menegaskan, menjaga nilai sering kali lebih sulit daripada mematuhi aturan, terutama ketika ada godaan untuk menyimpang.
“Ketika aturan bisa dilanggar, nilai seharusnya tetap dijaga. Integritas adalah fondasi utama untuk mewujudkan keadilan sosial,” tegasnya.
Menutup kuliah umum, Wabup Fajar mengingatkan mahasiswa agar tidak ragu mempertahankan integritas dalam situasi apa pun. Ia menyebut mahasiswa sebagai calon pemimpin dan pengambil kebijakan di masa depan yang akan menentukan arah bangsa. Menurutnya, Pancasila harus menjadi kompas moral dalam setiap keputusan yang diambil demi masa depan Indonesia yang lebih adil dan beradab.











