Kondisi Terbaru Kapal Pertamina di Timur Tengah Usai Ketegangan Selat Hormuz
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026 19:06 WIB
- visibility 131
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Pemerintah Iran memberikan kabar baik terkait peluang dua kapal milik Pertamina untuk melintasi Selat Hormuz. Di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, langkah ini menjadi angin segar bagi operasional energi Indonesia.
PT Pertamina International Shipping (PIS) kini tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis guna memastikan perjalanan kedua kapal tersebut berjalan aman. Dua kapal yang dimaksud, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih berada di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia.
Koordinasi Demi Keamanan Awak Kapal Pertamina
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi aktif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk membahas teknis pelintasan.
“PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega dalam keterangannya dilansir dari detikcom, Minggu (29/3/2026).
Tak hanya itu, PIS juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kemlu dalam menangani situasi yang cukup kompleks ini.
“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemlu, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” tutur Vega.
Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian, PIS menegaskan bahwa keselamatan awak kapal serta keamanan muatan menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, seluruh kru dilaporkan dalam kondisi aman.
Perusahaan juga mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan agar proses pelintasan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan bahwa pemerintah Iran telah memberikan sinyal positif terhadap rencana pelintasan kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.
“Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” kata jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Kemlu RI bersama KBRI Tehran pun memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna menjamin keamanan pelayaran tersebut.
Seperti diketahui, Selat Hormuz sempat ditutup hampir sepenuhnya oleh Iran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Penutupan ini berdampak besar terhadap distribusi energi global, bahkan membuat ratusan kapal tanker tertahan, termasuk kapal dari Indonesia.
Kini, dengan adanya sinyal positif dari Iran, harapan untuk normalisasi jalur pelayaran strategis tersebut mulai terbuka.
Sumber Foto: Dunia Energi
- Penulis: Friska Putri Aryananta




