Jabodetabek Panas ‘Mendidih’, Kemenkes Ungkap Tips Cegas Heatstroke
- account_circle Aramuti Bunga Shakila
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026 12:34 WIB
- visibility 110
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi. Cuaca panas dapat memicu heatstroke (freepik).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Beberapa waktu terakhir, wilayah Jabodatabek dilanda cuaca panas yang lebih menyengat dari biasanya. Kondisi tersebut berpotensi memicu heatstroke.
Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan suhu udara di Jabodetabek memang mengalami peningkatan signifikan.
Prakirawan cuaca BMKG Rira Damanik menyebut suhu maksimum terpantau mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius, terutama di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.
“Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca cerah mendominasi sejak pagi hingga siang hari, sehingga suhu terasa cukup terik,” jelas Rira.
Kondisi cuaca tersebut dapat membuat masyarakat rentan mengalami masalah kesehatan, seperti dehidrasi, heat stress, hingga heat stroke akibat panas berlebih.
Cedera akibat paparan suhu tinggi sangat berpotensi menyebabkan heatstroke, yakni kondisi yang ditandai dengan kenaikan suhu tubuh dan disfungsi sistem saraf.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, salah satu tanda heatstroke adalah peningkatan suhu tubuh. Jika terlambat ditangani, kondisi tersebut dapat memicu kerusakan jaringan tubuh dan organ secara bersamaan. Selain itu, terdapat gejala lain yang mengindikasikan heatstroke:
- Berhenti berkeringat atau tidak berkeringat saat suhu tubuh sedang tinggi.
- Bingung.
- Gelisah.
- Cemas dan emosi meningkat.
- Sakit kepala.
- Mual dan muntah.
- Jantung berdebar.
- Kelemahan otot atau kelelahan.
- Kejang hingga pingsan.
Di samping itu, Kemenkes telah memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah heatstroke saat cuaca panas meningkat:
- Mengurangi dan membatasi aktivitas fisik di lingkungan yang panas.
- Hindari mengonsumsi kafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis.
- Hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung.
- Mencukupi kebutuhan cairan saat beraktivitas maupun tidak beraktivitas untuk mencegah dehidrasi.
- Gunakan pakaian longgar, berwarna terang agar tidak menyerap panas, dan berbahan ringan saat ingin keluar rumah.
- Usahakan berteduh di antara jam 11 pagi – 15.00 siang.
- Gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup oleh baju sebelum keluar rumah.
- Sediakan botol semprot air yang dingin di dalam kendaraan.
- Penulis: Aramuti Bunga Shakila



