Menelusuri Makna Spiritual, Sejarah, dan Sosial di Balik Syariat Idul Adha
- account_circle MFC Team
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026 15:50 WIB
- visibility 224
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mengapa Ada Qurban? Menelusuri Makna Spiritual, Sejarah, dan Sosial di Balik Syariat Idul Adha.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Mengapa Ada Qurban? Menelusuri Makna Spiritual, Sejarah, dan Sosial di Balik Syariat Idul Adha. Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha dengan penuh khidmat. Salah satu ritual yang paling menonjol adalah penyembelihan hewan ternak. Namun, pernahkah kita merenung lebih dalam mengenai mengapa ada qurban dalam ajaran Islam? Ibadah ini bukan sekadar ritual rutin menyembelih sapi atau kambing, melainkan sebuah manifestasi ketakwaan yang memiliki akar sejarah sangat kuat.
Dalam perspektif Hasanah.id, memahami filosofi qurban akan membawa kita pada pemahaman bahwa setiap tetesan darah hewan yang dikurbankan adalah simbol kepasrahan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Sejarah Singkat Qurban: Ujian Cinta Nabi Ibrahim AS
Akar utama mengapa ada qurban bermula dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa ini merupakan salah satu ujian terberat yang pernah diberikan Allah SWT kepada nabi-Nya. Nabi Ibrahim diperintahkan melalui mimpi untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail. Tanpa keraguan, keduanya menunjukkan kepatuhan luar biasa. Saat pedang hendak menyentuh leher Ismail, Allah menggantinya dengan seekor domba besar dari surga. Peristiwa monumental inilah yang menjadi landasan syariat qurban bagi umat Nabi Muhammad SAW hingga saat ini.
- Penulis: MFC Team



