Breaking News
Trending Tags

Sejarah PO Bus ALS: Legenda Raja Jalur Sumatera yang Kini Berduka Usai Insiden Maut di Muratara

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026 18:37 WIB
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Dunia transportasi tanah air kembali berduka.

Nama besar PO Bus ALS (Antar Lintas Sumatera) Sang Raja Jalur Sumatera kini tengah menjadi sorotan publik bukan karena prestasinya, melainkan akibat kecelakaan maut yang melibatkan salah satu armadanya di kawasan Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Tragedi yang terjadi pada Rabu (6/5) siang tersebut melibatkan tabrakan hebat dengan truk tangki BBM yang mengakibatkan kebakaran besar dan merenggut 16 nyawa.

Di balik duka mendalam ini, mari kita menilik kembali sejarah PO Bus ALS yang selama puluhan tahun menyandang gelar sebagai sang Raja Jalur Sumatera.

Jejak Awal Sejarah PO Bus ALS di Tanah Mandailing

Sejarah PO Bus ALS dimulai jauh sebelum aspal Lintas Sumatera semulus sekarang. Perusahaan otobus legendaris ini resmi didirikan pada 29 September 1966 di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Pendiriannya diprakarsai oleh tujuh bersaudara dari keluarga bermarga Lubis, di antaranya H. Sati Lubis, Nursewan, dan Jasanti.

Pada masa awal, mereka tidak langsung menerjuni bisnis angkutan penumpang, melainkan mengangkut hasil pertanian.

Namun, visi besar keluarga Lubis membawa mereka bertransformasi menjadi penyedia jasa transportasi yang kemudian mengubah wajah pergerakan masyarakat di Sumatera.

Mengawali langkahnya, PO Bus ALS menggunakan armada Chevrolet C50 yang sangat ikonik pada masanya. Rute pertama yang dibuka adalah Medan–Kotanopan dan Medan–Bukittinggi.

Dalam catatan sejarah PO Bus ALS, keberanian mereka menembus jalur yang saat itu masih berupa hutan dan jalanan tanah yang ekstrem menjadi bukti ketangguhan armada ini.

Tak heran jika sejak awal berdirinya, bus ini sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat sebagai sarana transportasi yang handal meski harus menghadapi medan yang berat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less