Sumedang Jadi Rujukan Nasional, Program MBG Tuai Apresiasi Daerah Lain
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026 09:57 WIB
- visibility 700
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumedang Jadi Rujukan Nasional, Program MBG Tuai Apresiasi Daerah Lain
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Kabupaten Sumedang kembali menjadi perhatian nasional setelah dinilai berhasil mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara inovatif dan terintegrasi. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang melakukan studi tiru ke Command Center Sumedang, Senin (4/5/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang, Tuti Ruswati, yang memaparkan secara komprehensif sistem pengelolaan program MBG berbasis digital yang telah diterapkan di daerahnya.
Dalam pemaparannya, Tuti menjelaskan bahwa keberhasilan program MBG di Sumedang tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi informasi melalui platform digital mbg.sumedangkab.go.id. Sistem ini memungkinkan pemantauan secara real time, mulai dari pengunggahan menu makanan, laporan harian, hingga aktivitas seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah.
“Melalui platform ini, pemerintah daerah dapat memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program. Saat ini terdapat 144 SPPG di Kabupaten Sumedang yang seluruhnya terhubung dalam sistem,” ujar Tuti.
Ia menambahkan bahwa tantangan utama dalam implementasi program ini adalah menjaga konsistensi pelaporan harian dari setiap SPPG dan sekolah. Namun, dengan dukungan sistem digital, tantangan tersebut dapat diminimalisasi secara bertahap.
Sekda Tuti juga menegaskan bahwa keberhasilan MBG di Sumedang tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada peran aktif Satuan Tugas (Satgas) MBG yang bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian di lapangan.
“Kami secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi ke dapur SPPG bersama Satgas MBG untuk memastikan standar operasional terpenuhi, mulai dari keamanan pangan, kebersihan, kandungan gizi, hingga distribusi makanan kepada siswa,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan SPPG menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat, program MBG tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi peserta didik di Kabupaten Sumedang.
Lebih lanjut, Tuti berharap program ini dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan sistem pemenuhan gizi yang terukur, transparan, dan berkelanjutan.
Kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Tangerang ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antardaerah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan.
Dengan capaian tersebut, Sumedang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah rujukan nasional dalam inovasi tata kelola program berbasis digital, khususnya dalam pemenuhan gizi bagi generasi muda.
- Penulis: Bobby Suryo




