SMAN 1 Pontianak Buka Suara Terkait Polemik Artikulasi dan Integritas Penjurian
- account_circle MFC Team
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026 12:15 WIB
- visibility 172
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh cuplikan video Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang memperlihatkan aksi protes berani dari siswa SMAN 1 Pontianak. Polemik ini mencuat setelah adanya perbedaan penilaian juri yang dianggap tidak adil terhadap jawaban yang diberikan oleh perwakilan sekolah asal Kalimantan Barat tersebut.
Menanggapi situasi yang terus memanas di media sosial, pihak SMAN 1 Pontianak akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi duduk perkara yang sebenarnya. Kejadian ini tidak hanya sekadar soal kalah atau menang, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai kejujuran dan integritas dijunjung tinggi dalam sebuah kompetisi akademik nasional.
Duduk Perkara Viral Jawaban Cerdas Cermat MPR RI yang Menghebohkan
Insiden ini bermula saat regu dari SMAN 1 Pontianak tampil di babak final tingkat provinsi. Salah satu siswa perwakilannya, Josepha Alexandra atau yang akrab disapa Ocha, menjawab pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dengan tegas, Ocha menjawab bahwa lembaga tersebut adalah Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun, suasana berubah tegang ketika dewan juri menyatakan jawaban tersebut salah. Alasan yang diberikan juri cukup mengejutkan: mereka mengaku tidak mendengar kata “DPD” disebutkan dengan jelas dalam kalimat jawaban Ocha. Akibatnya, poin SMAN 1 Pontianak dikurangi 5 poin sebagai sanksi jawaban salah.
- Penulis: MFC Team




