Breaking News
Trending Tags

Yusuf Sahide mendesak investigasi proyek IFSAR

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 22:10 WIB
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Proyek pemetaan Sulawesi yang menargetkan sekitar 180 ribu kilometer persegi kini memicu perhatian publik dan pengamat kebijakan data nasional.

Proyek pemetaan Sulawesi akan memanfaatkan teknologi Airborne Synthetic Aperture Radar (IFSAR) dan melibatkan konsorsium pemenang tender yang diumumkan pada Januari 2024.

Proyek pemetaan Sulawesi dimenangkan oleh Intermap Technologies dengan mitra lokal PT Pratama Persada Airborne (PPA), langkah yang memunculkan pertanyaan tentang pengelolaan data strategis.

Penyelenggaraan cakupan luas dan penggunaan IFSAR menjadi sorotan karena data yang dihasilkan bersifat sensitif bagi kepentingan pertahanan dan kedaulatan negara.

Yusuf Sahide, Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, menyatakan kekhawatiran terkait keterlibatan perusahaan asing dalam proyek yang mempunyai implikasi keamanan jangka panjang.

Menurut Yusuf, kehadiran vendor asing pada proyek dengan akses data geospasial strategis perlu dilengkapi jaminan teknis dan hukum yang kuat dari pemerintah.

Ia menyoroti adanya dominasi perusahaan asal China pada sejumlah lot strategis tender pemetaan nasional dan mengingatkan potensi risiko terhadap kedaulatan data.

Yusuf menuntut adanya audit keamanan, mekanisme pengawasan yang transparan, serta kepastian bahwa data geospasial strategis tetap berada di bawah kontrol negara.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less