Breaking News
Trending Tags

Dishub Kota Cimahi Gerak Cepat Evaluasi Rekayasa Lalu-lintas Dampak Kemacetan Pembangunan Underpass Gatot Subroto

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026 14:51 WIB
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – CIMAHI. Pembangunan terowongan penghubung (Underpass) jalan Gatot Subroto Kota Cimahi Mulai dilakukan, guna mengantisipasi kemacetan,  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi melakukan skema rekayasa lalu lintas.

Meski demikian, penerapan skema hari pertama diberlakukannya rekayasa lalu lintas berdampak terhadap kemacetan cukup parah.

Menyikapi hal tersebut, Dishub Kota Cimahi, Jawa Barat, mengevaluasi rekayasa lalu lintas (lalin) jalan di sekitaran proyek pembangunan terowongan (underpass) Gatot Subroto.

Kepala Dishub Kota Cimahi Endang di Cimahi, Kamis, mengatakan hasil evaluasi tersebut antara lain membuka kembali arus lalu lintas dua arah di Jalan Sriwijaya atau terowongan Dustira untuk memberikan jalur alternatif bagi kendaraan.

“Karena hari pertama kemarin mengalami kemacetan yang cukup parah, hasil evaluasi kita lakukan pembukaan lajur di terowongan Dustira ini,” katanya.

Menurut dia, pembukaan dua arah di terowongan Dustira memberikan alternatif bagi pengendara dari Jalan Gatot Subroto yang hendak menuju wilayah selatan Kota Cimahi maupun kawasan Baros.

Dengan perubahan skema tersebut, kendaraan yang menuju wilayah selatan tidak lagi seluruhnya bertumpuk di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pasir Kumeli serta tidak harus mengambil rute yang relatif lebih jauh melalui Padasuka maupun Cimindi.

“Masyarakat yang menuju wilayah selatan tidak lagi harus bertumpuk di Jalan Gatot Subroto kemudian Pasir Kumeli, atau melalui rute yang relatif cukup jauh ke Padasuka maupun Cimindi,” ujarnya.

Endang mengatakan sebagian arus kendaraan sejak Kamis pagi telah dialihkan menuju terowongan Dustira melalui Gedung 4 dan Jalan Sriwijaya.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi seluruh jenis kendaraan karena adanya pembatasan tonase di terowongan Dustira. Bus dan truk besar dengan jumlah sumbu lebih banyak tetap dialihkan ke jalur lain.

“Untuk pembatasan kendaraan memang bus dan truk yang besar, yang sumbunya banyak tidak ada aliran ke sini. Jadi hanya truk-truk sedang dan kecil saja karena terkait dengan pembatasan tonase di terowongan Dustira,” katanya.

Selain mengubah arus kendaraan di terowongan Dustira, hasil evaluasi juga mendorong Dishub Cimahi menebalkan personel di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan.

Penambahan personel dilakukan di sepanjang Jalan Nasional, mulai dari Simpang Sangkuriang, kawasan Alun-alun Cimahi, hingga Simpang Daeng atau Simpang Cihanjuang, guna mempercepat pergerakan arus kendaraan dari arah barat ke timur maupun sebaliknya.

“Kita perbanyak personel di situ untuk mempercepat penarikan arus lalu lintas dari arah barat ke timur maupun sebaliknya,” kata Endang.

Rekayasa lalu lintas diberlakukan menyusul dimulainya pembangunan terowongan Gatot Subroto yang mengakibatkan penutupan ruas Jalan Gatot Subroto dan pengalihan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif di Kota Cimahi.

Sementara itu, masyarakat mengaku kebingungan dan kecewa dengan kemacetan yang terjadi pada hari pertama diberlakukan rekayasa lalu-lintas.

“Kaget juga karena macetnya cukup parah, kami harus menunggu satu jam lebih untuk melintasi Jalan Gandawijaya menuju arah Padalarang,” ujar Hendi, Warga Gadobangkong.

Seperti diketahui, dari pantauan redaksi, selain penutupan jalan Gatot Subroto, Jembatan Pemkot Cimahi pun tengah diberlakukan penutupan akibat pembangunan jembatan, sehingga arus dari arah Cihanjuang ditutup dan semua kendaraan diarahkan ke jalan nasional.**

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Unggung Rispurwo
expand_less