Breaking News
Trending Tags

Publik Soroti Peran Joko Widodo sebagai Dewan Pembina PSI

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 16:42 WIB
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pengamat politik Saiful Anam dari Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia menilai bahwa keterlibatan Jokowi di PSI akan menimbulkan reaksi kritis dari publik.

Ia menegaskan bahwa pusat perhatian masyarakat akan tertumpu pada bentuk dan tujuan keterlibatan Jokowi di PSI, bukan sekadar simbolisme semata.

Menurut Saiful, perdebatan akan semakin tajam jika keterlibatan Jokowi di PSI berlangsung tanpa pernyataan tujuan politik yang jelas.

Saiful mengingatkan bahwa posisi mantan presiden sebagai dewan pembina berbeda secara substansial dari posisi ketua umum yang memegang kendali operasional partai.

Dalam analisisnya, peran simbolik sering kali tidak cukup untuk menggerakkan struktur partai secara nyata.

Ia menilai bahwa apabila mantan presiden hanya mengambil peran simbolis, efektivitas pengaruhnya terhadap mesin politik partai akan terbatas.

Langkah yang disebutnya sebagai “turun gunung” juga rawan ditafsirkan beragam oleh publik apabila tidak disertai peta tujuan yang konkret.

Saiful menekankan bahwa kesan setengah hati akan membuat publik curiga terhadap motif sebenarnya, apakah untuk kepentingan negara atau perpanjangan pengaruh pribadi.

Ia menambahkan bahwa rakyat kini semakin skeptis terhadap narasi normatif tanpa bukti arah kebijakan yang jelas.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less