5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Istana Janji Sampaikan Penjelasan Resmi
- account_circle Atep Hilmansyah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 18:51 WIB
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Istana Janji Sampaikan Penjelasan Resmi (dok. istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id- Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan akan memberikan penjelasan resmi terkait meninggalnya lima peserta calon manajer Kopdes yang mengikuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Kelima peserta tersebut meninggal dunia saat menjalani Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) sebagai bagian dari program pembekalan.
Prasetyo mengatakan pemerintah akan menyampaikan informasi terbaru mengenai kasus tersebut pada waktu yang tepat. Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).
“Hari ini acaranya Konvensi Sains Teknologi Industri, ya. Nanti waktunya, pada waktunya nanti akan kita sampaikan,” ujar Prasetyo.
Sebelumnya, Prasetyo juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengikuti perkembangan terkait meninggalnya peserta calon manajer Kopdes tersebut.
“(Presiden) monitor semua dong,” kata Prasetyo saat ditemui di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ia menegaskan pemerintah turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya peserta SPPI yang dipersiapkan menjadi calon manajer Kopdes dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Selain itu, pemerintah membuka kemungkinan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian dalam penerapan standar operasional.
“Kalau evaluasi jelas dong. Jelas ya? Kan semua proses kan kita lakukan kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi,” jelasnya.
Meski demikian, Prasetyo mengingatkan bahwa penyebab meninggalnya para calon manajer Kopdes belum bisa langsung dikaitkan dengan beratnya latihan militer yang dijalani.
“Ya belum dong, belum berat. Wong baru hari pertama, hari kedua,” tuturnya.
Pemerintah memastikan proses evaluasi akan dilakukan sesuai hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung, sekaligus memastikan seluruh tahapan pelatihan ke depan tetap memperhatikan aspek keselamatan peserta.
- Penulis: Atep Hilmansyah



