Breaking News
Trending Tags

Iskandar Sitorus Desak Perbaikan Tata Kelola Proyek Rempang

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026 09:13 WIB
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Proyek Rempang Eco-City kembali menjadi sorotan karena menyingkap persoalan tata kelola investasi besar yang belum tuntas di Indonesia.

Menurut Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), proyek Rempang Eco-City tidak dapat direduksi semata-mata sebagai investasi Xinyi Group atau pembangunan kawasan industri kaca dan panel surya.

Iskandar menilai Rempang Eco-City memperlihatkan ketegangan antara percepatan investasi dan kebutuhan penyelesaian masalah agraria serta kepastian hukum yang berkelanjutan.

Dalam pandangannya, negara sudah memasukkan Xinyi Group sebagai investor utama dengan harapan dana besar dan penciptaan lapangan kerja.

Penempatan proyek ini berlangsung pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari agenda investasi strategis nasional.

Namun, Iskandar mengingatkan bahwa akar permasalahan agraria telah ada lebih dulu sebelum proyek diumumkan.

Masyarakat dari Himpunan Masyarakat Adat Pulau-pulau Rempang Galang (HIMAD PURELANG) telah lama memperjuangkan pengakuan hak atas tanah baik secara administratif maupun hukum.

Situasi tersebut, menurut IAW, menunjukkan bahwa legitimasi sosial dan kepastian kepemilikan tanah belum menyatu dengan perencanaan investasi.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less