Breaking News
Trending Tags

Halaman Gedung Sate dan Gasibu Dinamai Pasanggrahan Pancarasa, Apa Maknanya?

  • account_circle anshori
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026 08:59 WIB
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi memperkenalkan nama baru untuk kawasan halaman Gedung Sate Bandung yang telah selesai menjalani penataan. Area yang kini terhubung langsung dengan Lapangan Gasibu tersebut diberi nama Pasanggrahan Pancarasa dan difungsikan sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Peresmian kawasan tersebut dilakukan Dedi Mulyadi pada Senin. Dengan selesainya proses penataan, masyarakat kini dapat menggunakan area yang berada di depan Gedung Sate sebagai ruang publik untuk berbagai kegiatan.

Nama Pasanggrahan Pancarasa tidak dipilih tanpa alasan. Dedi menjelaskan bahwa istilah tersebut mengandung makna filosofis yang berkaitan dengan lima indra manusia sekaligus nilai kehidupan yang harus diterapkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut Dedi, kata “Pasanggrahan” menggambarkan tempat berkumpul. Sementara itu, “Pancarasa” berkaitan dengan lima kemampuan indrawi manusia, yakni mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk menghirup, lidah untuk berbicara, serta hati yang digunakan dengan keikhlasan.

Filosofi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi nama kawasan, tetapi juga dapat menjadi pengingat bagi masyarakat yang memanfaatkan ruang publik tersebut. Dengan fungsi sebagai tempat berkumpul, kawasan Gedung Sate dan Gasibu diharapkan mampu menjadi ruang interaksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less