Breaking News
Trending Tags

Halaman Gedung Sate dan Gasibu Dinamai Pasanggrahan Pancarasa, Apa Maknanya?

  • account_circle anshori
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026 08:59 WIB
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain perubahan pada ruang terbuka, revitalisasi juga memengaruhi posisi sejumlah elemen yang sebelumnya berada di halaman Gedung Sate. Salah satunya adalah Prasasti Sapta Taruna yang selama ini dikenal sebagai salah satu simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum.

Prasasti tersebut sebelumnya berada di bagian tengah halaman depan Gedung Sate. Setelah proses penataan, lokasinya dipindahkan ke bagian belakang gedung, tepatnya di sekitar area parkir yang berdekatan dengan akses menuju Museum Gedung Sate.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari keseluruhan penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu. Pemerintah berharap wajah baru kawasan tersebut dapat memberikan ruang publik yang lebih terintegrasi sekaligus menjadi tempat masyarakat beraktivitas.

Dengan dibukanya Pasanggrahan Pancarasa, kawasan Gedung Sate kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat. Area tersebut juga diarahkan menjadi ruang terbuka yang dapat dinikmati masyarakat.

Namun, Dedi menekankan bahwa keberlanjutan fasilitas tersebut sangat bergantung pada kepedulian semua pihak. Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan, mematuhi aturan, dan memperlakukan fasilitas publik sebagai aset bersama.

Dengan demikian, revitalisasi Gedung Sate bukan sekadar menghadirkan perubahan fisik. Pemerintah juga ingin membangun kesadaran bahwa ruang publik yang nyaman hanya dapat dipertahankan apabila pemerintah dan masyarakat sama-sama memiliki tanggung jawab untuk merawatnya.***

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less