Breaking News
Trending Tags

Halaman Gedung Sate dan Gasibu Dinamai Pasanggrahan Pancarasa, Apa Maknanya?

  • account_circle anshori
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026 08:59 WIB
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Meski membuka akses kawasan tersebut untuk masyarakat, Dedi mengingatkan bahwa keberhasilan penataan ruang publik tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Menurutnya, menjaga hasil pembangunan juga membutuhkan kesadaran serta kedisiplinan masyarakat.

Dedi menilai perubahan harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah memiliki tanggung jawab memperbaiki fasilitas dan pelayanan publik, sedangkan masyarakat memiliki kewajiban menjaga lingkungan yang telah disediakan.

Ia bahkan mengajak masyarakat Jawa Barat untuk ikut memperbaiki kebiasaan dalam menjaga kebersihan. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi dapat ditemukan di berbagai daerah apabila kesadaran menjaga kebersihan masih rendah.

Dedi kemudian mengungkapkan temuan mengenai kondisi saluran air di pusat Kota Bandung. Tim pemerintah menemukan tumpukan sampah dan endapan yang disebut telah menumpuk selama puluhan tahun.

Saluran tersebut berada di sekitar kawasan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Tumpukan material dan sampah yang berada di dalam saluran air harus dikeruk karena berpotensi menghambat aliran air.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan lingkungan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya pembangunan. Kebiasaan masyarakat dalam menggunakan fasilitas umum juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less