Breaking News
Trending Tags

Halaman Gedung Sate dan Gasibu Dinamai Pasanggrahan Pancarasa, Apa Maknanya?

  • account_circle anshori
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026 08:59 WIB
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia menyebut keberadaan aktivitas perdagangan di sekitar saluran turut berkontribusi terhadap munculnya persoalan sampah. Ketika limbah tidak dikelola dengan baik, sampah akhirnya masuk dan menumpuk di saluran air.

Karena itu, Dedi menegaskan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan perubahan perilaku. Infrastruktur yang telah diperbaiki akan kembali menghadapi masalah apabila tidak dijaga oleh masyarakat.

Sementara itu, proses penataan kawasan Gedung Sate sendiri berlangsung selama beberapa bulan. Pengerjaan dimulai sekitar pertengahan April 2026 dan ditargetkan rampung pada pertengahan Agustus tahun yang sama.

Salah satu perubahan utama dalam proyek tersebut adalah pengintegrasian halaman Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu yang berada tepat di depannya. Penataan ini membuat kedua kawasan yang sebelumnya memiliki batas lebih jelas kini tampil sebagai ruang yang lebih terhubung.

Proyek revitalisasi tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp15 miliar. Dalam penataan kawasan, Jalan Diponegoro juga mengalami perubahan sehingga area Gedung Sate dan Gasibu terlihat semakin menyatu.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga membangun akses jalan baru yang mengelilingi Lapangan Gasibu. Namun, pengerjaan proyek tersebut turut berdampak terhadap sejumlah pepohonan di kawasan tersebut.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less