Pemerintah Sepakat Menjaga Stabilitas Makro dan Rupiah
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 07:10 WIB
- visibility 90
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemerintah Sepakat Jaga Stabilitas Makro Dan Pasar Keuangan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menyatakan bahwa meskipun kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih solid, pelemahan nilai tukar rupiah yang lebih dalam dibanding mata uang peer menjadi ancaman terhadap stabilitas makro ekonomi.
Ia menekankan pentingnya merawat kepercayaan publik dan pasar karena faktor tersebut berkaitan langsung dengan upaya menjaga stabilitas makro ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang melibatkan pimpinan DPR, termasuk Sufmi Dasco Ahmad, dan menghasilkan kesepakatan bersama untuk menjaga stabilitas makro ekonomi jangka pendek.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan pada Senin (29/6/2026).
Mari Elka mengatakan gejolak global yang terus berlangsung, seperti kenaikan harga minyak, mendorong tekanan inflasi yang pada gilirannya menggerus daya beli masyarakat.
Menurutnya, dampak dari tekanan harga energi dan inflasi domestik harus menjadi prioritas kebijakan agar risiko penurunan konsumsi dan ketidakpastian pasar dapat diminimalkan.
Dalam rapat itu dibahas langkah-langkah fiskal dan moneter yang diperlukan untuk meredam dampak eksternal dan menjaga keseimbangan makro secara temporer.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



