Breaking News
Trending Tags

Pemerintah tempatkan Rp281 T di bank BUMN sampai 2026

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 13:09 WIB
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah mengumumkan penempatan dana Rp281 triliun di perbankan milik Badan Usaha Milik Negara sebagai langkah untuk menjaga likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Keputusan resmi tentang penempatan dana Rp281 triliun mulai berlaku pada Senin, 29 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga akhir 2026.

Pihak kementerian menyatakan bahwa penempatan dana Rp281 triliun merupakan hasil koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan bahwa alokasi tersebut akan dikembalikan ke perbankan dan diperpanjang masa penempatannya setelah evaluasi bersama otoritas terkait.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan dana siaga sebesar Rp100 triliun yang disimpan di Bank Indonesia untuk digunakan jika diperlukan oleh perbankan.

Tambahan dana Rp100 triliun berfungsi sebagai cadangan likuiditas untuk mendukung penyaluran kredit dan merespons kebutuhan mendesak sektor perbankan.

Penempatan ini bermula sejak September 2025 ketika pemerintah menempatkan SAL (Saldo Anggaran Lebih) pada rekening kas di Bank Indonesia untuk tujuan stabilisasi likuiditas.

Saldo Anggaran Lebih yang ditempatkan merupakan bagian dari kebijakan fiskal yang diarahkan agar perbankan BUMN dapat memperkuat kapasitas penyaluran kredit.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less