Menteri Sosial: Taruna Akmil Tidak Latih di Sekolah Rakyat
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 17:24 WIB
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gus Ipul Tegaskan Taruna Akmil Bukan Latih Siswa Sekolah Rakyat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Taruna Akademi Militer akan dikerahkan untuk mendampingi peserta Program Sekolah Rakyat dengan tujuan memperkuat kebiasaan kedisiplinan dan adaptasi hidup berasrama.
Kementerian Sosial bersama TNI menyiagakan 1.000 Taruna Akmil dari tingkat I dan II untuk kegiatan di 178 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Taruna Akademi Militer akan hadir selama lima hari, yaitu mulai 3 hingga 8 Agustus 2026, untuk memberikan contoh rutinitas harian tanpa menyelenggarakan pelatihan bersifat semi-militer.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa peran taruna bersifat pendampingan dan keteladanan.
Menurut Gus Ipul, kegiatan diarahkan pada pembiasaan sederhana seperti bangun pagi, merapikan tempat tidur, dan menjaga kebersihan barang pribadi.
Aktivitas seperti baris-berbaris hanya digunakan sebagai alat untuk melatih ketepatan waktu, kekompakan, dan tanggung jawab siswa.
Pihak penyelenggara menegaskan tidak ada materi pendidikan bersifat militer dalam program ini.
Program ini dibentuk karena banyak siswa baru yang berasal dari latar belakang berbeda dan membutuhkan masa penyesuaian saat tinggal di asrama.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan sejumlah peserta kesulitan beradaptasi hingga berkeinginan kembali ke rumah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




