Breaking News
Trending Tags

Neraca perdagangan RI defisit 1,61 miliar AS pada Mei 2026.

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 19:10 WIB
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Neraca perdagangan barang Indonesia mengalami perubahan tajam pada Mei 2026 setelah mencatat defisit sebesar 1,61 miliar Dolar AS.

Data resmi Badan Pusat Statistik menempatkan nilai ekspor pada angka 23,20 miliar Dolar AS dan impor mencapai 24,81 miliar Dolar AS pada periode tersebut.

Menurut Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, neraca perdagangan barang Indonesia defisit terutama karena melebar-nya defisit pada sektor migas sebesar minus 3,76 miliar Dolar AS.

Ateng Hartono menjelaskan bahwa penyumbang utama defisit migas adalah produk minyak dan minyak mentah.

Sementara itu, perdagangan nonmigas masih menunjukkan kinerja positif dengan surplus 2,50 miliar Dolar AS.

Komoditas yang menyokong surplus nonmigas antara lain bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja.

Kinerja ekspor yang mengalami kontraksi menjadi salah satu faktor pelemahan, tercatat ekspor turun 5,73 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Sebaliknya, impor tercatat meningkat signifikan sebesar 22,16 persen secara tahunan sehingga mempersempit posisi neraca perdagangan.

Peralihan dari surplus selama enam tahun beruntun menjadi defisit ini menjadi perhatian pembuat kebijakan dan pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi dinamika neraca eksternal.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less